Ringkasan Berita:
- Kepulan asap dari rumah warga di Dusun Sembujo Selatan, Desa Budugsidorejo, membuat warga panik pada Sabtu malam (6/6/2026).
- Rumah berukuran 15 x 6 meter milik Doib berhasil dipadamkan oleh Damkar Jombang sebelum api merembet ke permukiman sekitar.
- Penanganan kebakaran melibatkan Damkar, BPBD, Polri, TNI, relawan, perangkat desa, dan warga setempat.
Jombang (beritajatim.com) – Kepulan asap dari sebuah rumah di Dusun Sembujo Selatan, RT 10 RW 01, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Sabtu malam, 6 Juni 2026 membuat warga panik. Rumah milik Doib itu terbakar sekitar pukul 18.35 WIB, memicu kepanikan karena dikhawatirkan api akan merembet ke permukiman sekitar.
Komandan Damkarla Jombang, Syamsul Bahri, menegaskan keberhasilan penanganan kebakaran ini berkat koordinasi yang baik antara petugas, aparat terkait, dan masyarakat.
“Berkat koordinasi yang baik antara petugas, aparat terkait, dan masyarakat setempat, kobaran api yang melanda sebuah rumah warga berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitarnya,” ujar Syamsul Bahri, Selasa (9/6/2026).
Sejumlah warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena kobaran api terus membesar dan sulit dikendalikan, mereka segera menghubungi Call Center Damkar Jombang untuk meminta bantuan.
Menerima laporan tersebut, Pos Damkar Jombang segera memberangkatkan satu unit fire pumper truck dari Pos Damkar Mojoagung menuju lokasi. Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pembasahan secara efektif, didukung satu unit supply truck untuk memastikan pasokan air mencukupi.
Rumah yang terbakar memiliki luas sekitar 15 x 6 meter, terdiri dari tiga kamar dan satu dapur. Meskipun sebagian bangunan mengalami kerusakan, respons cepat petugas mencegah api menyebar ke rumah lain di sekitar lokasi.
Proses penanganan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pos Damkar Mojoagung, Pos Damkar Jombang, Pusdalops BPBD Jombang, Polsek Sumobito, Koramil Sumobito, relawan Semar, perangkat desa, dan warga sekitar. Kolaborasi ini menjadi faktor penting dalam memastikan keamanan lingkungan selama pemadaman berlangsung.
Setelah pemadaman selesai, tim melakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Kondisi lokasi kini aman, dan risiko kebakaran susulan berhasil diminimalkan.
“BPBD Kabupaten Jombang bersama Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan terus mengimbau warga agar segera melaporkan setiap potensi kebakaran agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat,” pungkas Syamsul Bahri. [suf]






