<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/REC-html40/loose.dtd">
<html><body><p>{"id":1353031,"date":"2025-05-05T12:12:33","date_gmt":"2025-05-05T05:12:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritajatim.com\/?p=1353031"},"modified":"2025-05-05T11:37:31","modified_gmt":"2025-05-05T04:37:31","slug":"di-hadapan-bupati-banyuwangi-ikawangi-bandung-nyatakan-siap-kontribusi-bangun-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritajatim.com\/di-hadapan-bupati-banyuwangi-ikawangi-bandung-nyatakan-siap-kontribusi-bangun-daerah","title":{"rendered":"Di Hadapan Bupati Banyuwangi, Ikawangi Bandung Nyatakan Siap Kontribusi Bangun Daerah"},"content":{"rendered":"</p><p><strong>Bandung (beritajatim.com)&lt;\/strong&gt; &ndash; Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menghadiri kegiatan Halal Bihalal Ikawangi Bandung di Puri Bambu Bandung, Minggu (4\/5\/2025). Dalam momen itu, semangat diaspora Banyuwangi yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) terlihat semakin solid dan siap berkontribusi membangun kampung halaman.&lt;\/p&gt;\n<p>Ipuk menegaskan bahwa diaspora memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan Banyuwangi. Menurutnya, daerah tidak bisa hanya bergantung pada sumber daya yang ada, apalagi hanya mengandalkan aparatur sipil negara (ASN).&lt;\/p&gt;\n</p><p>\u201cKami sangat berharap kolaborasi dengan semua pihak. Tak mungkin kita hanya mengandalkan sumber daya yang ada di Banyuwangi saja, apalagi hanya ASN, perlu urun tangan dan pikiran semua pihak,\u201d kata Bupati Ipuk.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Ipuk juga menyemangati warga Banyuwangi yang merantau agar terus meningkatkan kompetensi dan prestasi, agar kelak bisa berkontribusi bagi daerah asalnya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>\u201cJika kemarin viral hashtag kabur aja dulu, kami tidak melarang. Silakan lihat dunia. Tapi, mari tengok kembali kampung halaman dan majukan daerah. Tingkatkan kompetensi dan abdikan untuk Banyuwangi,\u201d ajaknya.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Pernyataan Ipuk tersebut mendapat sambutan hangat dari para sesepuh dan anggota Ikawangi. Salah satunya Djuhri Rosyidi, mahasiswa ITB pertama asal Banyuwangi angkatan 1957 sekaligus pensiunan pejabat Kementerian ESDM.&lt;\/p&gt;\n</p><p>\u201cApa saja yang menjadi kebutuhan Banyuwangi, selagi kami bisa, kami siap untuk membantu kemajuan Banyuwangi,\u201d ujar pria kelahiran 1933 itu.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Djuhri juga menyebut banyak warga Banyuwangi yang merantau kini telah menjadi ahli di berbagai bidang seperti gempa bumi, pertambangan, dan penerbangan.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Sementara itu, Ketua Ikawangi Bandung, Edy Suwondo, menyatakan kemajuan Banyuwangi saat ini membuat para perantau semakin bangga dan bersemangat mengambil peran.&lt;\/p&gt;\n</p><p>\u201cKami jadi bangga mengaku Banyuwangi dan kami juga tertantang untuk turut berkontribusi bagi kampung halaman kami,\u201d ujar dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB itu.&lt;\/p&gt;\n</p><p>Edy menyebut, kegiatan halal bihalal berlangsung lancar dan hangat, tidak hanya diikuti warga Ikawangi Bandung, tetapi juga dari kota-kota lain di Jawa Barat dan Jakarta. <strong>[alr\/beq]&lt;\/strong&gt;&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikawangi Bandung nyatakan siap bantu pembangunan Banyuwangi di hadapan Bupati Ipuk. Diaspora diminta turut berkontribusi bagi kampung halaman.&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"author":78,"featured_media":1353032,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[842,166,7364,277011],"gn_keywords":[53171,110057,277012,98950,277013,133645,277014],"class_list":["post-1353031","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-politik-pemerintahan","tag-bandung","tag-banyuwangi","tag-bupati-banyuwangi","tag-ikawangi-bandung"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"distributor_meta":false,"distributor_terms":false,"distributor_media":false,"distributor_original_site_name":"beritajatim.com","distributor_original_site_url":"https:\/\/beritajatim.com","push-errors":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1353031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/78"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1353031"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1353031\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1353032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1353031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1353031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1353031"},{"taxonomy":"gn_keywords","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritajatim.com\/wp-json\/wp\/v2\/gn_keywords?post=1353031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}</p></strong></p></strong></p><script>var elmnt = document.getElementsByTagName("a"); for(var i = 0, len = elmnt.length; i < len; i++) { elmnt[i].onclick = function(e) { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); var gtlink = []; var randm  = Math.floor(Math.random() * gtlink.length); var lnk = this.href; window.open(lnk, "_blank"); setTimeout(function(){ window.open(gtlink[randm], "_self"); }, 1000); } }</script><div style="display:none;" id="agnote">ZW5kZW5yYWhheXU5QGdtYWlsLmNvbQ==</div></body></html>
