RINGKASAN BERITA:
- Wakaf produktif Baitul Asyi milik Habib Bugak Aceh menginspirasi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun fasilitas Kampung Haji di Makkah.
- Proyek Kampung Haji diproyeksikan sebagai kawasan terpadu mandiri di Masar Project guna mengamankan perputaran ekonomi haji nasional.
- Kemenhaj RI dan Garuda Indonesia mendirikan monumen edukasi manasik berupa pesawat asli di Aceh untuk menghormati sejarah RI-001 Seulawah.
- Wamenhaj mengingatkan petugas di Sektor 6 Makkah untuk melayani jemaah dengan dedikasi tinggi karena menyangkut impian tertinggi hidup mereka.
Makkah (beritajatim.com) – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa inspirasi besar di balik rencana megah Presiden Prabowo Subianto untuk membangun fasilitas “Kampung Haji” bagi jemaah Indonesia di Makkah berakar dari legasi wakaf produktif Baitul Asyi atau Wakaf Habib Bugak Asyi.
Ketahanan dana abadi yang telah dinikmati secara konkrit oleh jemaah haji asal Aceh selama ratusan tahun tersebut kini diadopsi oleh negara menjadi blueprint penataan ekosistem haji modern berskala nasional.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kepastian arah kebijakan strategis ini dibeberkan Wamenhaj saat menggelar visitasi dan silaturahmi ke Al-Wehda Tower Hotel, Sektor 6, Makkah, yang merupakan pemondokan jemaah haji asal Aceh, Kamis (21/5/26) malam.
Dahnil menjelaskan di hadapan para petugas dan tokoh masyarakat jemaah haji Serambi Mekkah bahwa sumbangsih Habib Bugak di Tanah Suci merupakan sebuah keteladanan luar biasa yang nilai kemanfaatannya tidak pernah terputus.
“Saya katakan, seperti apa yang dilakukan ratusan tahun lalu oleh Habib Bugak. Habib Bugak itulah yang menginspirasi pikiran Kampung Haji itu. Coba, Habib Bugak ratusan tahun dulu wakafnya, tapi kebermanfaatannya sampai dengan titik ini masih dirasakan oleh warga Aceh yang berhaji,” ujar Dahnil Anzar.
Lebih lanjut, Dahnil memaparkan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin menduplikasi serta memperluas esensi perputaran modal tersebut agar manfaat finansialnya dapat dirasakan merata oleh seluruh jemaah dari berbagai daerah.
Kawasan megah Masar Project di Makkah kini dibidik sebagai lokasi potensial untuk merealisasikan kawasan terpadu mandiri tersebut agar ekosistem belanja akomodasi tidak mengalir keluar.
“Nah, Pak Prabowo hari ini memikirkan hal yang serupa, hal yang serupa yang namanya Kampung Haji itu. Sehingga syukur-syukur kalau kemudian itu bisa punya kebermanfaatan. Istilah Pak Prabowo itu begini; keluar kantong kanan, masuk kantong kiri. Selama ini kan kita bayar hotel ke pihak luar semuanya,” jelas Wamenhaj mengenai status negosiasi lahan yang kini terus berjalan intensif.
Aceh dan Restorasi Sejarah Pesawat Garuda
Selain membahas blueprint Kampung Haji, Dahnil memberikan catatan emosional mengenai tingginya martabat ibadah haji bagi masyarakat Aceh. Ia menginstruksikan pengawalan humanis satu komando karena tugas ini merupakan amanah mengurusi impian sakral jemaah sebelum menutup mata.
Sebagai bentuk penghormatan atas ikatan historis pembelian pesawat pertama RI-001 Seulawah hasil patungan rakyat Aceh tempo dulu, Kemenhaj berkolaborasi bersama Direktur Utama Garuda Indonesia untuk menghibahkan armada pesawat asli yang sudah purnatugas.
“Satu pesawat utuh sudah datang ditaruh di Aceh. Itu bukan maket (mock-up), tapi pesawat beneran yang sudah tidak digunakan. Bulan depan, mereka berjanji akan menaruh satu lagi di Medan. Kenapa di Aceh? Karena kita teringat pesawat Garuda pertama, Seulawah, itu adalah sumbangan dari warga Aceh,” pungkas Dahnil yang disambut gemuruh tepuk tangan.
Langkah penguatan fasilitas makro ini berjalan beriringan dengan kesiapan operasional PPIH Arab Saudi menjelang pendorongan massal jemaah haji menuju Padang Arafah pada Senin, 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah) mendatang. [ian/MCH]






