Ringkasan Berita:
- Delapan SPPG di Kota Blitar menghentikan sementara layanan MBG akibat keterlambatan transfer dana dari BGN.
- Sekitar 15.000 hingga 16.000 siswa tidak menerima makanan bergizi selama sekitar satu pekan.
- Pengelola menghentikan operasional ketika saldo virtual account tidak lagi mencukupi kebutuhan produksi.
- BGN telah meminta SPPG terdampak melakukan verifikasi ulang sebelum pencairan dana.
Blitar (beritajatim.com) – Sekitar 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar tidak menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama sekitar satu pekan setelah delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan sementara operasional akibat keterlambatan transfer dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Penghentian layanan tersebut membuat ribuan penerima manfaat, yang mayoritas merupakan pelajar di Kota Blitar, sementara tidak memperoleh pasokan makanan bergizi dari program nasional tersebut.
Koordinator Wilayah BGN Kota Blitar, Titik Nur Azizah, membenarkan bahwa delapan SPPG memilih menghentikan sementara pelayanan karena dana operasional dari BGN belum masuk ke rekening virtual account masing-masing.
“Pekan lalu ada 8 SPPG yang belum menerima transfer dana atau top up dari BGN, jadi sementara berhenti menyediakan MBG,” ujar Titik saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, setiap SPPG di Kota Blitar rata-rata melayani sekitar 2.000 porsi makanan bergizi setiap hari. Ketika saldo virtual account (VA) tidak lagi mencukupi kebutuhan operasional untuk dua hari berikutnya, pengelola memutuskan menghentikan produksi agar tidak menimbulkan utang operasional.
“Top up itu biasanya otomatis dilakukan jika nilai virtual account SPPG sudah berada di bawah Rp150 juta,” tambahnya.
Titik menjelaskan, Badan Gizi Nasional telah meminta delapan SPPG terdampak untuk melengkapi proses administrasi berupa verifikasi ulang sebelum pencairan dana dilakukan.
“Mereka sudah diminta BGN untuk mengisi Google Form, mungkin semacam verifikasi ulang,” jelasnya.
Berdasarkan informasi terbaru dari BGN, proses top up saldo virtual account untuk delapan SPPG tersebut dijadwalkan dilakukan pada pekan ini sehingga layanan MBG diharapkan dapat kembali berjalan normal.
Secara mekanisme, transfer dana operasional dari BGN kepada masing-masing SPPG seharusnya dilakukan secara berkala setiap pekan, yakni pada rentang hari Rabu hingga Jumat.
Selain kendala pendanaan yang menimpa delapan SPPG tersebut, Titik mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 34 SPPG di Kota Blitar yang telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Kepala SPPG. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 dapur sempat beroperasi.
Namun, dua SPPG lainnya kini berstatus penghentian sementara (suspend) karena persoalan teknis dan hukum.
“Rinciannya, satu SPPG belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan satu SPPG lainnya sedang menghadapi konflik kepemilikan,” pungkas Titik. [owi/beq]






