Malang (beritajatim.com) – Tim pengawas dari DPR RI bakal menggelar rapat khusus terkait evaluasi pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2025. Hal itu disampaikan Anggota Tim Pengawas Haji Tahun 2025 dari Fraksi Partai Gerindra DPR RI, H. Ma’ruf Mubarok atau Gus Mamak, Jumat (4/7/2025).
“Banyak catatan dan evaluasi yang akan kita lakukan terkait pelaksanaan ibadah Haji tahun 2025 ini. Kami masih bersurat pada pimpinan DPR RI. Insya Allah rapat evaluasi akan kita gelar pada Selasa 8 Juli 2025 mendatang,” ungkap Gus Mamak pada beritajatim.com saat dikonfirmasi.
Menurut Gus Mamak, ada banyak catatan yang harus segera dibenahi pemerintah terkait pelaksanaan Haji di tahun tahun mendatang.
“Untuk tahun depan pelaksanaan Haji mungkin sudah tidak lagi di bawah naungan Kementerian Agama ya. Tapi langsung dibawa Badan Penyelenggara Haji. Atau Kementerian khusus Haji dan Umroh,’ tutur Anggota Komisi VII DPR RI itu.
Gus Mamak melanjutkan, catatan yang paling menonjol hasil pengawasan secara langsung di tanah suci Mekkah, yakni terkait sistem Syarikah.
Syarikah Haji
Syarikah haji 2025 adalah sistem layanan layanan haji yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi dimana perusahaan swasta (Syarikah) ditunjuk untuk menyediakan berbagai layanan bagi jemaah haji dari berbagai negara. Salah satunya Indonesia.
Untuk tahun 2025 ini, ada delapan syarikah yang bekerja sama dengan Kementerian Agama RI untuk melayani jemaah haji Indonesia. Penerapan sistem syarikah ini merupakan transformasi dalam penyelenggaraan haji yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci. Syarikah akan bertanggung jawab dalam menyediakan akomodasi, transportasi, konsumsi, dan fasilitas lainnya bagi jemaah haji.
“Catatan yang menonjol sistem Syarikah belum matang betul. Sehingga banyak jemaah haji yang terpisah dari rombongan. Bahkan ada pasangan suami istri yang terpisah. Ini nanti kita lakukan evaluasi menyeluruh,” ucapnya.
Gus Mamak menambahkan, catatan lain yakni konsumsi bagi jemaah haji selama di tanah suci sering terlambat. “Terkait konsumsi juga jadi catatan kami. Konsumsi sering terlambat datang,” tegasnya.
Gus Mamak juga memastikan satu jemaah haji asal Kepanjen, Kabupaten Malang yang terpisah dari rombongan, hingga kini masih terus dilakukan pencarian.
“Kita lakukan pencarian, kita monitoring terus,” tuturnya.
Adapun jumlah jamaah haji Indonesia untuk tahun 2025 adalah sebanyak 221.000 orang. Terdiri dari jamaah haji reguler sebanyak 203.320 orang dan 17.680 jamaah haji khusus. Ini adalah kuota yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia untuk tahun 1446 H/2025 M. (yog/but)






