Budaya menulis akademik di Indonesia mendapat kritik lantaran dinilai tidak langsung pada inti persoalan. Banyak naskah lokal justru membingungkan pembaca.
TERKINI
- Menhaj RI Sambut Kepulangan Perdana Tim Musyrif Diny, Siapkan Panduan Haji Mabrur untuk Jemaah
- Pasuruan United, Persak, dan Persiko di Mata Pelatih Persid Jember
- HUT ke-108 Kota Mojokerto, Pemkot Bebaskan Denda Pajak hingga Diskon BPHTB 50 Persen
- Penerapan Parkir Digital di Surabaya Efektif Tekan Kebocoran PAD, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
- SAE Paswangi Lapas Banyuwangi Jadi Pusat Penyuluhan Pertanian, Warga Binaan Ikut Dapat Bekal Keterampilan
- Job Fair Bangkalan Buka 3.400 Lowongan Kerja, Bupati Targetkan 1.000 Warga Terserap
- DPRD Jatim Kawal Penyelesaian Tunggakan TPG 35 Ribu Guru Senilai Rp274 Miliar
- Kecil dan Sering Dianggap Camilan Biasa, Kwaci Ternyata Kaya Nutrisi

