RINGKASAN BERITA:
- PPIH Arab Saudi mewajibkan jemaah haji penghuni tenda Mina melontar jumrah khusus di lantai 3 Jamarat.
- Alur kepulangan dirancang satu arah memutar untuk langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim.
- Kebijakan ini memitigasi risiko kepadatan massal bagi 182.332 jemaah yang kini telah memadati Makkah.
- Tim Khusus Mina disiagakan di titik-titik strategis untuk memandu jemaah dan mencegah kelelahan fisik.
Makkah (beritajatim.com) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan rekayasa jalur satu arah khusus di lantai 3 bangunan Jamarat bagi jemaah haji Indonesia penghuni tenda Mina guna mencegah kepadatan massal selama puncak ibadah haji 1447 H/2026 M. Strategi pergerakan terukur ini mengarahkan jemaah masuk dan keluar area melontar melalui Terowongan Muaisim tanpa harus berpindah lantai.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pengaturan alur pergerakan yang aman ini dirilis sebagai jaminan kenyamanan bagi 182.332 jemaah reguler Indonesia yang kini telah berkumpul memadati Makkah hingga hari ke-29 operasional.
Kehadiran sistem satu arah ini mematahkan kekhawatiran pihak keluarga di tanah air, khususnya bagi masyarakat di berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang melepas kerabatnya dalam rombongan Embarkasi Surabaya (SUB), karena jemaah dilindungi dari risiko kelelahan ekstrem di tengah sengatan suhu Makkah yang menyentuh 44 derajat Celsius.
Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) serta Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku spesifik bagi jemaah yang tetap mabit (bermalam) di Mina dan tidak mengambil skema tanazul atau langsung pulang ke hotel pemondokan.
“Bagi jemaah kita yang tinggal di tenda Mina, diprioritaskan melaksanakan lempar jumrah di lantai 3,” ujar Harun saat meninjau jalur pergerakan jemaah dari Mina menuju Jamarat di Makkah, Minggu (18/5/2026) sore.
Alur Khusus Tanpa Potong Jalur
Skenario teknis di lapangan mewajibkan jemaah masuk dari area maktab melewati Terowongan Muaisim menuju lantai 3 Jamarat. Usai menuntaskan lontar Jumrah Aqabah, Ula, dan Wustha, jemaah dilarang keras turun ke lantai bawah agar arus jalan tidak berbenturan dengan jemaah asing atau kelompok jemaah mandiri yang hendak menuju jalur pemondokan luar.
Petugas yang bersiaga di titik keluar tiang jumrah akan menyaring orientasi jemaah dengan menanyakan tujuan akhir mereka untuk memastikan tidak ada rombongan yang salah mengambil arah balik. “Setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke bawah. Nanti petugas akan mengarahkan apakah jemaah kembali ke tenda atau menuju hotel,” urai Harun.
Harun menjelaskan lebih lanjut bahwa sirkulasi balik menuju tenda maktab Mina dirancang otomatis memutar melalui pintu keluar Jamarat yang tetap berada di lantai 3, lalu tersambung lurus kembali ke mulut terowongan. Skema ini mengeliminasi risiko jemaah tersesat di area luar perimeter bangunan. “Jadi setelah selesai lempar jumrah, jemaah langsung diarahkan kembali masuk ke terowongan Muaisim menuju tenda Mina,” tambahnya.
Proteksi Maksimal Timsus Mina
Guna mengawal kelancaran jarak tempuh yang mencapai 4,5 kilometer pulang-pergi tersebut, PPIH telah membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina yang beranggotakan petugas-petugas perlindungan jemaah (Linjam) berpengalaman. Timsus ini dikirim lebih awal ke Mina tanpa melalui Arafah agar staminanya tetap bugar saat menyambut rombongan jemaah, termasuk jemaah lansia dan risiko tinggi (risti).
Pelindungan berlapis ini kian lengkap dengan kesiapan infrastruktur Kemenhaj RI lainnya, seperti pemberlakuan skema murur (melintas Muzdalifah di dalam bus) bagi kelompok risti serta jaminan pasokan 15 porsi katering siap santap (ready to eat) Nusantara selama di Armuzna agar jemaah tidak perlu cemas kelaparan.
PPIH terus mengingatkan jemaah agar mematuhi seluruh arahan petugas sektor, menjaga kondisi hidrasi tubuh, serta tidak ragu memanfaatkan fasilitas badal lontar jika kondisi kesehatan kurang prima menjelang pendorongan massal ke Arafah yang dijadwalkan mulai bergerak Senin, 25 Mei mendatang. [ian/MCH]






