Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, menunjuk direktur baru bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Semeru yang sempat dinyatakan bangkrut.
Sebelumnya, Inspektorat Kabupaten Lumajang menyatakan Perumda Semeru mengalami kebangkrutan dengan total kerugian usaha mencapai sekitar Rp3 miliar.
Temuan tersebut merupakan hasil audit keuangan yang dilakukan terhadap laporan hasil pemeriksaan (LHP) Perumda Semeru.
Kini, Bupati Lumajang Indah Amperawati secara langsung telah menunjuk Maulana Haqiqi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumda Semeru yang baru.
Menurut Indah, dengan telah dilakukannya penunjukan direktur ini diharapkan dapat memberi angin segar bagi Perumda Semeru agar bisa pulih dan kembali stabil.
Sebab, Perumda Semeru yang merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) Lumajang ini memang telah mengalami fase sekarat dengan buruknya pengelolaan manajemen sebelumnya.
“Jadi, saya sudah sampaikan ke dewan agar diberi waktu untuk menyehatkan kembali Perumda Semeru yang sakit ini. Kalau memang mentok tidak bisa, ya akan kami tutup. Tapi saya optimistis dengan pemimpin baru ini bisa stabil lagi,” terang Indah, Sabtu (24/1/2026).
Indah menyampaikan, Perumda Semeru menjadi satu-satunya perusahaan daerah yang tidak pernah memberikan keuntungan bagi Pemkab.
Sementara ini, meski ada penunjukan direktur baru, diketahui tidak ada return of capital atau penyertaan modal kembali yang bisa diberikan Pemkab Lumajang.
Sehingga, perusahaan harus berjuang untuk bangkit kembali secara mandiri dengan sisa keuangan yang masih ada. “Semuanya diserahkan ke strategi Mas Haqiqi untuk kembali menghidupkan perusahaan. Nanti, sambil di pertengahan tahun baru kami coba usulkan untuk ada penyertaan modal,” ungkap Indah. (has/kun)






