Ringkasan Berita:
- Bagas Abiyyu asal Nganjuk dipercaya menjadi Branch Manager dealer alat berat di Surabaya pada usia 26 tahun.
- Lulusan UNESA ini meniti karier dari dunia sales hingga memimpin cabang perusahaan alat berat.
- Prestasi menjual 100 unit alat berat dalam setahun menjadi titik balik karier profesionalnya.
- Bagas menjadi inspirasi generasi muda untuk berani menembus industri strategis dengan kerja keras dan konsistensi.
Surabaya (beritajatim.com) – Bagas Abiyyu menjadi salah satu sosok muda inspiratif asal Nganjuk yang berhasil menembus ketatnya industri alat berat dengan pencapaian luar biasa sebagai Branch Manager dealer alat berat di Surabaya pada usia 26 tahun.
Di tengah dunia alat berat yang identik dengan persaingan tinggi, target besar, dan dominasi profesional berpengalaman, Bagas membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk meraih posisi strategis.
Lulusan Ekonomi Islam Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ini dikenal aktif berorganisasi sejak masa kuliah. Bagas pernah menjabat sebagai Menteri Sosial BEM UNESA serta Ketua Umum Garda Muda Bibit Unggul (GMBU) Kota Surabaya.
Pengalaman organisasi tersebut menjadi bekal penting dalam membangun keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
“Organisasi mengajarkan saya cara menghadapi banyak karakter orang, belajar memimpin tim, dan menyelesaikan masalah dengan cepat,” kata Bagas, Sabtu, 9 Juni 2026.
Minat Bagas terhadap dunia sales mulai tumbuh sejak duduk di bangku kuliah. Ia tertarik pada dunia marketing, negosiasi, dan tantangan dinamis yang menuntut pengembangan diri setiap hari.
“Saya suka dunia sales karena dinamis. Setiap hari kita bertemu tantangan baru dan itu membuat saya terus belajar,” ujarnya.
Karier profesional Bagas dimulai saat bergabung sebagai sales di Astra UD Trucks, di mana ia mulai mendalami industri kendaraan niaga dan kebutuhan sektor logistik serta konstruksi.
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut di perusahaan alat berat Liugong sebagai sales.
Di perusahaan tersebut, performa Bagas meningkat signifikan hingga berhasil mencatat penjualan 100 unit alat berat dalam satu tahun kalender.
Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting yang mengantarkannya dipercaya memimpin cabang perusahaan sebagai Branch Manager di usia sangat muda.
“Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab besar bagi saya. Saya ingin membuktikan bahwa anak muda juga bisa memimpin dan membawa hasil,” tuturnya.
Bagas menilai sektor alat berat memiliki prospek cerah di Indonesia, seiring pertumbuhan infrastruktur, pertambangan, dan perkebunan yang terus meningkat.
Ia menegaskan generasi muda tidak perlu ragu memasuki industri strategis yang selama ini dianggap sulit.
“Jangan takut memulai dari bawah. Anak muda harus berani keluar dari zona nyaman dan terus meningkatkan kemampuan komunikasi, leadership, dan mental kerja,” katanya.
Melalui perjalanan kariernya, Bagas berharap dapat memotivasi anak muda Indonesia untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, dan menjaga konsistensi.
“Kesempatan itu selalu ada untuk siapa saja. Kuncinya mau belajar, disiplin, dan jangan cepat puas,” pungkas Bagas. [asg/beq]






