Jember (beritajatim.com) – Sebuah rekor diciptakan oleh 13 perguruan tinggi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif dan tematik mereka merupakan kegiatan KKN dengan jumlah peserta terbesar di Indonesia.
“Insya Allah terbesar. KKN Kebangsaan level nasional yang diikuti 73 perguruan tinggi, jumlah pesertanya sekitar 2.300 mahasiswa. Sementara KKN Universitas Membangun Desa ini diikuti 2.485 orang mahasiswa dan 114 orang dosen pembimbing lapangan (DPL),” kata Yuli Witono, Ketua Dewan Pengarah KKN Kolaborasi Perguruan Tinggi di Jember, Sabtu (23/7/2022).
KKN ini digelar pada 23 Juli – 26 Agustus 2022. Para mahasiswa tersebut telah diberi materi pembekalan, dengan tujuan membangun kerja tim, mempelajari berbagai potensi dan sumberdaya pedesaan, serta persamaan persepsi terkait tema yang diangkat. “Usai upacara penerjunan ini para DPL akan mengadakan serah terima mahasiswa peserta KKN dengan para camat dan kepala desa atau lurah di wilayah Kabupaten Jember,” kata Yuli.
KKN kolaborasi ini diawali dengan komitmen yang dibangun bersama di Gedung Rektorat Universitas Jember, Kamis (19/5/2022), bersama para pimpinan dan pengelola Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) 13 perguruan tinggi di Jember. “Kami bersepakat membangun komitmen untuk melakukan kolaborasi, meningkatkan asa dan mengasah peduli turut membangun kampung halaman di mana kami kini berada yakni Kabupaten Jember,” kata Yuli.
Universitas Jember menjadi penyumbang peserta terbanyak, yakni 1.469 orang, diikuti Universitas dr Soebandi sebanyak 352 orang dan Universitas Muhammadiyah Jember sebanyak 300 orang. Perguruan tinggi lainnya yang terlibat adalah Universitas Moch. Sroedji (26 orang), STIA Pembangunan (20 orang), Universitas PGRI Argopuro (28 orang), STIE Mandala (6 orang), Universitas Islam Jember (74 orang).
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
Ada juga Akademi Farmasi Jember (64 orang), Institut Agama Islam (Iai) Al-Qodiri Jember (20 orang), Stikes Bakti Al Qodiri (94 orang), Institut Agama Islam al-Falah Assunniyyah (25 orang), dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Bangsa (7 orang).
“Apapun warna jaket almamaternya, setinggi apapun reputasinya, berapapun jumlah mahasiswa dan dosennya, tak ada sedikitpun arti untuk dibedakan. KKN kolaboratif dan tematik kali ini akan melaksanakan program utama ‘Penataan Data Kemiskinan Berbasis Teknologi Informatika dan Komunikasi di Jember’, sebagaimana yang sedang dibutuhkan dan ditunggu banyak pihak,” kata Yuli. [wir/but]






