RINGKASAN BERITA:
- Tercatat 79 jemaah masuk dalam daftar badal haji, terdiri dari 75 jemaah wafat di Arab Saudi dan 4 di embarkasi tanah air.
- Kemenhaj menyiapkan 585 petugas yang memenuhi syarat sah fikh dan memiliki surat tugas resmi untuk menjadi pembadal.
- Jemaah yang sakit parah di rumah sakit dengan prediksi kesembuhan kecil juga akan dimasukkan ke dalam daftar badal haji.
Makkah (beritajatim.com) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia sebelum fase wukuf di Arafah akan mendapatkan layanan badal haji secara gratis. Kebijakan proteksi ibadah ini dijalankan secara resmi oleh Tim Pelaksana Badal Haji yang dibentuk oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia.
Teknis pelaksanaan badal haji tahun ini bersandarkan pada regulasi baru, yakni Keputusan Menteri Haji dan Umrah (KMHU) Nomor 68 terkait Safari Wukuf dan Badal Haji. Aturan ini menjadi kompas hukum utama bagi petugas untuk menyaring kriteria, baik bagi pihak pembadal maupun jemaah yang akan dibadalkan.
Kepala Seksi Pembimbing Ibadah dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (Bimbad dan KBIHU) Daerah Kerja Makkah, Erti Herlina, menegaskan bahwa implementasi aturan tersebut diturunkan lewat Surat Keputusan (SK) PPIH Arab Saudi Nomor 21 tentang Tim Pelaksana Badal Haji. Struktur tim ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang terdiri dari unsur pembimbing ibadah, tim kesehatan, serta tim penanganan lansia dan disabilitas (landis).
“Di sana [KMHU 68] ditentukan kriteria persyaratan dan yang lain-lain, baik itu untuk pembadal maupun yang dibadalkan,” kata Erti kepada Tim Media Center Haji (MCH) di Makkah.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, proses verifikasi data jemaah wafat terus diperbarui secara real-time lewat sistem digital terintegrasi milik Kemenhaj. Langkah ini untuk mencegah adanya jemaah yang berhak namun terlewat dari daftar program pembadalan.
Erti memaparkan, setelah nama-nama petugas pembadal disahkan melalui SK Ketua PPIH, Kepala Daerah Kerja Makkah akan menerbitkan surat tugas spesifik yang mengatur secara detail personel yang bertanggung jawab atas tiap-tiap jiwa jemaah. “Sehingga nanti ada kepastian siapa yang bertanggung jawab berkait dengan jemaah yang dibadalkan,” ujar Erti.
Untuk menjamin keabsahan ibadah sesuai syariat Islam, PPIH menerapkan dua syarat mutlak yang tidak boleh ditawar bagi calon petugas pembadal:
- Sudah Pernah Berhaji: Petugas yang bersangkutan wajib telah menunaikan ibadah haji untuk dirinya sendiri pada tahun-tahun sebelumnya.
- Khatam Manasik: Pembadal harus menguasai fikih dan tata cara manasik haji secara komprehensif demi menjaga amanah keluarga almarhum.
Kriteria jemaah yang berhak menerima program ini meliputi jemaah yang wafat di Arab Saudi (baik di Madinah maupun Makkah), serta jemaah yang mengembuskan napas terakhir saat masih berada di embarkasi antara maupun embarkasi utama di Indonesia.
“Ketika para jemaah itu meninggal di sana [Embarkasi], sudah wajib dibadalkan oleh kita, para petugas yang ada di Arab Saudi,” kata Erti menjelaskan.
Hingga data terakhir yang dihimpun pada pekan ini, total jemaah yang masuk daftar antrean badal haji mencapai 79 orang. Rinciannya meliputi 75 jemaah yang meninggal di Tanah Suci dan 4 jemaah yang wafat di embarkasi tanah air.
Selain jemaah yang wafat, fasilitas badal haji ini juga menyasar jemaah haji yang saat ini masih terbaring di ruang perawatan intensif rumah sakit Arab Saudi dengan prognosis atau prediksi kesembuhan yang kecil menjelang hari wukuf.
“Dalam dua hari ini, mungkin tidak bisa sembuh, keluar dari rumah sakit karena kondisinya yang tidak mungkin sembuh, kita masukkan ke lis terlebih dahulu,” kata Erti.
Guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan di lapangan, PPIH Arab Saudi telah memverifikasi dan mengesahkan 585 petugas siaga yang siap diterjunkan sebagai pembadal kapan pun dibutuhkan. “Mudah-mudahan tidak terpakai,” pungkas Erti berharap angka jemaah yang sakit maupun wafat tidak lagi bertambah menjelang puncak Armuzna. [ian/MCH]






