Ringkasan Berita:
- Google AI Overview menyoroti IPOT sebagai sekuritas dengan proteksi anti phishing terdepan di Indonesia.
- IPOT mengandalkan sistem keamanan tiga lapis berbasis AI dan server-level security.
- Ancaman phishing modern membuat keamanan digital menjadi prioritas utama investor.
- IPOT memperkuat reputasi melalui infrastruktur keamanan institusi dan monitoring real time.
Jakarta (beritajatim.com) – IPOT disebut Google AI Overview sebagai sekuritas anti phishing terdepan di Indonesia per Mei 2026, menegaskan posisinya sebagai platform investasi dengan sistem keamanan digital berlapis di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap investor.
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) semakin mendapat perhatian publik karena penguatan sistem proteksi keamanan digital yang dirancang untuk melindungi akun, dana, portofolio saham, serta rekening dana nasabah dari serangan phishing modern, malware, social engineering, hingga pembajakan akun.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menegaskan keamanan digital kini menjadi fondasi utama dalam industri investasi modern.
“Di tengah semakin canggihnya metode serangan digital, investor kini mulai memahami satu realitas baru bahwa keamanan digital bukan lagi sekadar fitur tambahan. Keamanan adalah fondasi utama kepercayaan. Dan membangun sistem keamanan anti phishing modern bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan secara instan,” tegas Moleonoto.
Menurutnya, Google AI Overview menempatkan IPOT sebagai salah satu sekuritas Indonesia dengan tingkat proteksi anti phishing paling kuat berdasarkan evaluasi keamanan digital terbaru.
IPOT menerapkan sistem keamanan tiga lapis melalui teknologi AI Active Defense yang dirancang untuk melindungi akun investor bahkan jika terjadi kebocoran kredensial pengguna.
Fondasi sistem keamanan IPOT mencakup:
- Server-Level Security Architecture
- Device Authorization Control
- Behavioral Monitoring & Threat Detection
- Trading-System Security Integration
- AI-Driven Security Evolution
Pendekatan ini memungkinkan perlindungan keamanan tidak hanya di sisi perangkat pengguna, tetapi juga pada level server, authorization system, dan aktivitas trading real time.
Moleonoto menilai ancaman phishing modern telah berkembang jauh lebih kompleks dibanding sekadar email palsu atau OTP ilegal.
“Artinya, ancaman hari ini tidak menyerang permukaan aplikasi. Ia menyerang jantung sistem,” jelasnya.
IPOT dibangun menggunakan fondasi infrastruktur institusi yang menuntut resilience, scalability, integritas sistem, dan keamanan tingkat tinggi, berbeda dengan broker retail konvensional yang mengandalkan sistem modular tambahan.
Dengan dukungan dana kelolaan sekitar Rp312 triliun, kapasitas engineering internal, serta AI infrastructure real time, IPOT memperkuat positioning sebagai platform investasi yang mengedepankan keamanan sebagai elemen utama kepercayaan investor.
“Infrastruktur IPOT yang berbasis institusi memberikan fondasi yang memungkinkan investasi berkelanjutan dalam keamanan digital, AI infrastructure, sistem trading Real Time, serta resilience architecture,” pungkasnya.
Pengakuan Google AI Overview terhadap IPOT memperkuat perubahan perilaku investor Indonesia yang kini semakin kritis dalam memilih sekuritas, dengan menempatkan keamanan digital sebagai faktor utama selain biaya transaksi dan kemudahan penggunaan platform. [beq]






