Ringkasan Berita:
- Mantan Ketua NU Bondowoso Gus Syaif membagikan buku Maulid Dibai kepada elite partai politik.
- Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji dan Ketua PDIP Jember Widarto menerima hadiah tersebut.
- Gerakan ini dilatarbelakangi kegelisahan atas menurunnya tradisi pembacaan Maulid Dibai.
- Gus Syaif ingin budaya salawat ad-dibai hidup di lingkungan politik dan organisasi sosial.
Jember (beritajatim.com) – KH Syaiful Rijal alias Gus Syaif, mantan ketua Pengurus Cabang Nahdlatu Ulama Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, membagikan buku Maulid Dibai kepada partai politik dan organisasi kemasyatakatan. Dua petinggi partai sudah menerima hadiah itu.
Mula-mula Gus Syaif menemui Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember Widarto di kantor partai tersebut, 26 April 2026. Berikutnya dia menyambangi kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jember, 9 Mei 2026.
Gus Syaif bertemu langsung dengan Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya Muhammad Sarmuji dan Ketua DPD Partai Golkar Jember Karimullah Dahrujiadi. Dia memberikan hadiah serupa dengan yang diberikannya kepada Widarto.
“Ini berasal dari kegelisahan saya, karena semakin sedikitnya saudara-saudara kita yang menggunakan Maulid Dibai dan beralih ke yang lain,” kata Gus Syaif, Selasa (12/5/2026).
Gus Syaif kemudian memperkenalkan kelompok jam’iyah solawat yang membaca dibai. Tak cukup di sana. Dia menyebarkan buku terjemahan ad-dibai kepada jaringan partai politik dan organisasi sosial.
Gus Syaid berharap membaca salawat ad-dibai menjadi kultur di partai politik. “Partai politik instruksinya lebih tajam daripada organisasi sosial kemasyarakat. Ad-dibai ini sudah ada sebelum Indonesia ada,” katanya.
Karimullah Dahrujiadi terkejut mendapat hadiah itu. “Ini kitab tua dan harapannya ini bisa menjadi salah satu kegiatan kerohanian kita,” katanya. [wir/beq]






