Surabaya (beritajatim.com)– PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 850,17 miliar untuk Tahun Buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar di Kantor Pusat Surabaya, Rabu (6/5/2026).
Nilai dividen tersebut setara dengan Rp56,62 per lembar saham, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp54,71 per lembar. Dengan rasio pembagian sebesar 55% dari laba bersih, indikasi *dividend yield* BJTM mencapai 9,60% berdasarkan harga penutupan saham per 5 Mei 2026.
Sepanjang tahun 2025, Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan yang impresif. Aset konsolidasi perseroan melonjak 42,93% (YoY) menjadi Rp168,85 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp1,61 triliun.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi atas fungsi intermediasi Bank Jatim yang berjalan seimbang antara ekspansi dan kualitas. “Bank Jatim memiliki posisi strategis sebagai induk KUB yang menaungi 5 bank daerah lain, terbanyak di antara BPD lainnya,” ujar Khofifah.
Tren positif ini berlanjut hingga kuartal I 2026. Secara konsolidasi, Bank Jatim membukukan:
* Laba Bersih: Rp661 miliar, tumbuh fantastis 90,41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
* Penyaluran Kredit: Rp109,22 triliun, naik 40,85% (YoY).
* Dana Pihak Ketiga (DPK): Rp122,80 triliun, tumbuh 37,59% (YoY).
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa capaian ini didorong oleh terobosan strategis melalui digitalisasi dan sinergi dengan sektor UMKM.
Selain urusan finansial, RUPS juga menyepakati perubahan nomenklatur organisasi dan susunan pengurus untuk mendukung transformasi digital. Beberapa jabatan strategis mengalami perubahan nama, seperti Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi.
Manajemen juga menyambut tenaga baru dengan mengangkat Andry Wicaksono sebagai Calon Direktur Manajemen Risiko dan Moh. Nasih sebagai Calon Komisaris Independen.
“Ke depan, kami fokus pada transformasi cara berpikir (digital mindset) dan penguatan tata kelola untuk menjadi BPD nomor satu di Indonesia,” tutup Winardi.[rea]






