Surabaya (beritajatim.com)– Komunitas media sosial Indonesia Social Media Network (ISMN) kembali menggelar forum diskusi bertajuk ISMN Meet Up Surabaya 2026 dengan tema “Bertahan dan Bertumbuh Bersama Kreator Lokal di Tengah Dinamika Media Sosial”.
Kegiatan yang mempertemukan pelaku new media atau homeless media ini akan berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026, di Kogu Space, Jalan Arif Rahman Hakim No. 59, Surabaya.
Agenda tersebut merupakan hasil kolaborasi antara AyoSurabaya.com dan Beritajatim.com melalui Jatim Connect. Forum ini menjadi wadah bagi para pengelola media sosial, kreator konten lokal, akademisi, serta pelaku industri untuk membahas perkembangan dan tantangan ekosistem media digital yang terus berubah.
Setelah sebelumnya sukses digelar di Bandung, Semarang, dan Yogyakarta, ISMN Meet Up Surabaya diharapkan menjadi ruang diskusi yang mampu memperkuat jejaring komunitas kreator digital di Jawa Timur sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih luas antara media profesional dan pengelola akun media sosial independen.
Direktur Utama AyoSurabaya.com, Ruddy Sukarno , mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen media dalam mendukung pertumbuhan kreator lokal yang kini menjadi bagian penting dalam distribusi informasi di era digital.
“Kolaborasi ini menjadi langkah positif untuk mempertemukan media profesional dengan komunitas kreator lokal dalam hal ini para pengelola media sosial. Kami melihat kreator lokal memiliki potensi besar dalam distribusi informasi dan penguatan ekosistem digital daerah,” kata Ruddy Sukarno.
Sinergi Media Profesional dan Homeless Media Dinilai Semakin Penting
Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini semakin bergeser ke platform digital membuat kolaborasi antar pelaku media menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.
CEO beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto, menilai sinergi antara media arus utama dan homeless media dapat menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi dinamika media sosial saat ini. Kami ingin mendorong terciptanya ekosistem media yang sehat antara media profesional, kreator lokal dan komunitas digital lainnya agar bisa tumbuh bersama,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran kreator lokal tidak lagi hanya sebagai pembuat konten, tetapi juga memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi dan pembentukan opini publik di tingkat daerah.
Karena itu, forum-forum diskusi seperti ISMN Meet Up menjadi penting untuk memperkuat kapasitas, etika, dan profesionalisme para pelaku media digital.
Bahas Algoritma, Monetisasi hingga Regulasi Media Sosial
Founder Indonesia Social Media Network (ISMN), Arif Budianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang bertukar pengalaman sekaligus membangun jejaring antar kreator dan pengelola media sosial.
“Perubahan algoritma media sosial bergerak sangat cepat. Para pemilik akun media sosial (homeless media) harus mampu beradaptasi, membangun kolaborasi, sekaligus memperkuat jejaring agar bisa bertahan dan berkembang bersama. ISMN Meet Up Surabaya ini menjadi wadah untuk penguatan jaringan, edukasi, dan berbagi pengalaman antar homeless media,” ujar Arif.
Dalam forum tersebut, peserta akan mendiskusikan berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan komunitas homeless media di Indonesia, peluang monetisasi konten digital, penguatan jaringan komunitas, praktik terbaik pengelolaan media sosial, hingga perkembangan regulasi yang memengaruhi industri digital.
Sebanyak 50 peserta dari Surabaya Raya dan sejumlah daerah di Jawa Timur dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengelola akun media sosial, kreator konten, komunitas digital, hingga pegiat media lokal.
Hadirkan Pakar Media Sosial dan Praktisi Digital
Talkshow yang dikemas secara interaktif ini akan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang yang memiliki pengalaman dalam industri media dan digital. Di antaranya adalah Jokhanan Kristiono, Arif Budianto, Dwi Eko Lokononto, serta Muhamad Irwan.
Diskusi akan mengupas berbagai topik aktual, mulai dari perubahan lanskap media sosial, dampak algoritma terhadap distribusi konten, strategi bertahan kreator lokal, pentingnya kredibilitas informasi digital, hingga peluang kolaborasi antara kreator dengan sektor industri dan media massa.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan institusi, antara lain Bank Mandiri, Noor Dinar, Pelindo Regional 3, Telkom Indonesia, PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Bumi Suksesindo Copper and Gold, serta PT Dharma Lautan Utama.
Sejak berdiri pada 2025, ISMN telah berkembang sebagai komunitas yang fokus memperkuat ekosistem media sosial lokal di Indonesia.
Berbagai kegiatan edukasi, workshop digital, diskusi komunitas, hingga program kolaborasi bersama media dan brand telah digelar di sejumlah kota besar. Ke depan, ISMN berkomitmen memperluas jejaring komunitas kreator lokal di berbagai daerah agar mampu beradaptasi dengan perubahan industri digital sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan. (ted)






