- General Motors memasang puluhan robot kolaboratif buatan Fanuc di lini produksi untuk menggantikan peran tenaga kerja manusia.
- Kebijakan otomatisasi di fasilitas Factory Zero tersebut memicu ketegangan baru dengan serikat pekerja United Auto Workers (UAW).
- Serikat pekerja menganggap penggunaan robot sebagai ancaman serius bagi kelangsungan lapangan kerja serta stabilitas ekonomi masa depan.
Suara.com - Langkah General Motors (GM) dalam melakukan otomatisasi besar-besaran di lini produksi memicu ketegangan baru dengan serikat pekerja.
Hanya berselang beberapa minggu setelah melonggarkan komitmen terhadap kendaraan listrik dan melakukan PHK lebih dari 1.000 pekerja di fasilitas Factory Zero, perusahaan kini mulai memasang puluhan robot kolaboratif untuk mengambil alih tugas manusia.
Raksasa otomotif yang menaungi merek Chevrolet, GMC, Buick, hingga Cadillac ini dilaporkan telah menambah sekitar 50 unit robot buatan Fanuc di jalur produksi. Mesin-mesin ini dirancang untuk bekerja berdampingan dengan manusia dalam memasang berbagai komponen kendaraan.
Namun, kehadiran teknologi ini dipandang sebagai ancaman serius bagi kelangsungan lapangan kerja anggota serikat United Auto Workers (UAW).
Presiden UAW Local 22 James Cotton mengungkapkan kekecewaan mendalam para pekerja terhadap kebijakan tersebut. Cotton menilai perusahaan sedang mencoba menghapus peran manusia di tengah masa sulit para buruh yang baru saja kehilangan mata pencaharian.
“Selalu menjadi kekhawatiran ketika melihat robot masuk ke sebuah pabrik, terutama setelah mereka mem-PHK lebih dari seribu orang. Mereka mengatakan ini adalah gelombang masa depan, dan jika memang demikian, mereka sedang menghilangkan pekerjaan manusia,” kata Cotton, dikutip dari Carscoops, Jumat (19/6/2026).
Di sisi lain, juru bicara GM Kevin Kelly memberikan pembelaan bahwa pemasangan robot merupakan bagian dari upaya menghadirkan teknologi canggih demi operasional yang lebih fleksibel dan kompetitif. GM berdalih bahwa penggunaan robot justru membantu meningkatkan keselamatan kerja serta ergonomi bagi para karyawan yang tersisa.
Otomatisasi memang menjadi tren yang mengubah industri secara masif. Sejak dekade 1980-an, jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit kendaraan telah berkurang sekitar 50 hingga 70 persen. Fakta ini memperkuat kekhawatiran bahwa peran buruh pabrik akan semakin terpinggirkan oleh kecerdasan artifisial dan robotika.
Isu penggunaan robot humanoid serta otomatisasi massal ini diprediksi akan menjadi topik panas dalam perundingan kontrak UAW pada 2028 mendatang. Presiden UAW Shawn Fain menegaskan bahwa fenomena ini bukan sekadar perkembangan teknologi biasa melainkan ancaman nyata bagi sistem ekonomi.
Baca Juga: Bosan Merek Jepang? Ini 5 Mobil Matic Rp50 Jutaan Antimainstream yang Nyaman dan Stabil
“Saat ini kita sedang menghadapi salah satu revolusi teknologi paling mendalam dalam hidup kita dengan hadirnya AI, ancaman robot humanoid, dan otomatisasi massal. Ini adalah ancaman besar dan tantangan terhadap cara hidup kita, ekonomi kita, serta sistem politik kita,” pungkas Shawn Fain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
GAC Aion KS Tubun Hadirkan Fasilitas Istirahat Driver Online dan Gratis Pengisian Daya
-
Terpopuler: Pesona Mitsubishi Kuda Dibanding Kijang dan Panther, Motor Trail Lokal Pride
-
Pesona Gazgas Hummer Pro 150, Motor Cita Rasa Lokal Harga ala Vario: Alternatif KLX dan WR 155
-
Harga Beda Jauh, Apakah Toyota Vios Hybrid Lebih Worth It Dibanding Versi Biasa?
-
Harga Seken Setengahnya BeAT Baru: Mending Yamaha Fino atau Honda Genio untuk Pelajar?
-
Rugi Triliunan Gara-Gara Mobil Listrik Honda Pilih Main Aman Lewat Teknologi Hybrid
-
Keunggulan Mitsubishi Kuda Dibanding Kijang dan Panther: Intip Harganya di 2026
-
Kawasaki Punya Brusky 125, Suzuki Tak Tinggal Diam! Sengitnya Adu Mekanik Skutik Sporty Rp 26 Jutaan
-
BMW 318i E46 Rewel? Harga Sepertiganya Brio RS Baru, Cek Kata Pakar Sebelum Beli
-
Mobil Listrik dengan Desain Boxy iCAR V23 yang Layak Jadi Pertimbangan