- SAIC GM Wuling mendaftarkan merek dagang Air EV pada laman PDKI untuk memperkuat pasar mobil listrik di Indonesia.
- Mobil listrik Air EV hadir dengan desain empat pintu yang memiliki dimensi lebih luas dibandingkan model Air EV.
- Kendaraan ini menawarkan jarak tempuh maksimal 301 kilometer dengan harga kompetitif untuk segmen mobil listrik terjangkau di Indonesia.
Suara.com - Wuling Motors sepertinya sedang menyiapkan kejutan baru untuk memperkuat dominasinya di pasar mobil listrik Indonesia. Dugaan ini menguat setelah nama Air ev resmi terdaftar dalam laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual atau PDKI.
Berdasarkan data yang beredar, nama tersebut didaftarkan oleh SAIC GM Wuling Automobile yang bermarkas di Tiongkok dengan nomor permohonan DID2026030643. Munculnya nama ini memicu spekulasi bahwa Wuling akan membawa versi lain dari Hongguang Mini EV yang baru saja mendapat penyegaran di pasar global.
Perbedaan utama yang cukup mencolok adalah konfigurasi pintunya. Jika Wuling Air ev yang saat ini populer di Indonesia menggunakan desain dua pintu, model Air ev diprediksi hadir dengan empat pintu.
Secara dimensi, mobil ini memiliki panjang 3.268 mm, lebar 1.520 mm, dan tinggi 1.575 mm. Ukuran tersebut jelas lebih besar dibandingkan Air ev sehingga menawarkan fleksibilitas lebih bagi konsumen di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya.
Di negara asalnya, mobil mungil ini memiliki dua pilihan jarak tempuh yakni 205 kilometer dan 301 kilometer. Performanya ditopang oleh baterai Lithium Ferro Phosphate berkapasitas 16,2 kWh. Secara visual, tampilannya terlihat lebih modern dengan pilihan warna dual-tone dan pelek yang sekilas mirip dengan Wuling BinguoEV.
Masuk ke bagian interior, kabinnya tampil lebih segar dengan paduan warna coklat dan putih serta dukungan head unit berukuran 10,1 inci. Jika melihat banderolnya di China yang berada di kisaran 116 juta hingga 143 juta rupiah, Air ev berpotensi menjadi pilihan sangat menarik jika masuk ke segmen mobil listrik terjangkau di tanah air.
Kehadiran model ini tentu akan menjadi sinyal bahaya bagi produsen lain. Dengan dimensi yang lebih luas dan harga yang kompetitif, Wuling seolah ingin memastikan bahwa setiap celah di pasar mobil listrik sudah mereka amankan sebelum kompetitor lain sempat masuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Inikah Kawasaki Brusky 125 Jawaban 'Geng Ijo' untuk Lawan Vario 125? Hadir di Indonesia Pekan Ini
-
Terpopuler: Motor Gaul untuk Pelajar, Suzuki Fronx Bawa Dashcam 4K dan Fitur ADAS
-
Negara Ini Siapkan Aturan yang Perbolehkan Berkendara Dalam Pengaruh Ganja Medis
-
Langkah Berani atau Berisiko Saat Asco Automotive Lepas Daihatsu Demi Meminang Chery
-
4 Motor Anti Ringkih buat Perjalanan Jauh, Body Solid dan Pantang Rewel
-
Upgrade ke Skutik Premium Makin Gampang: Honda Vario 160 Bisa Ditebus Cuma dengan Uang Muka Segini
-
Strategi China Dominasi Industri Otomotif Dunia Lewat Pabrik Mobil Listrik Berbasis AI
-
BYD Ancam Takhta Toyota Setelah Penjualan Kendaraan Listrik Melonjak Drastis
-
5 Motor Harga Paling Terjangkau untuk Pelajar, Awet tapi Nggak Malu-maluin
-
Dealer Belum Jelas, Merek EV EMMO Nekat Siapkan 4 Motor Listrik Baru di RI! Ada Model Lipat