Bisnis / Keuangan
Selasa, 09 Juni 2026 | 08:07 WIB
Bank Indonesia. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Baca 10 detik
  • Uang primer mencapai Rp2.214,6 triliun, tumbuh 14,2 persen secara tahunan pada Mei 2026.
  • Giro bank umum di BI naik 17,4 persen dan uang kartal yang beredar meningkat 15,8 persen.
  • BI akan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan guna mendukung kredit dan pertumbuhan ekonomi.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat uang Primer (M0) Adjusted pada Mei 2026 tumbuh 14,2 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan. Rinciannya, pada April 2026 sebesar 14,3 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp 2.214,6 triliun. 

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 17,4 persen ( yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 15,8 persen (yoy). 

"Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted)," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Ilustrasi Uang Tunai/Dok Bank Mandiri

Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan. Hal ini guna mendukung stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong penyaluran kredit bagi pertumbuhan ekonomi

Sebagai informasi, uang primer adjusted mencerminkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas.

Adapun mulai Januari 2025, BI melakukan penyesuaian metode perhitungan M0 adjusted guna memberikan gambaran yang lebih akurat terkait perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas bank sentral

Load More