- Harga komoditas pangan nasional mulai turun pada Kamis, 26 Maret 2026, setelah Lebaran, berdasarkan data PIHPS.
- Cabai rawit merah mengalami koreksi harga paling signifikan, turun dari Rp110.750 menjadi Rp90.400 per kilogram.
- Harga beras menunjukkan pergerakan beragam, sementara daging sapi naik dan telur ayam segar mengalami peningkatan harga.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan nasional mulai menunjukkan tren penurunan pada H+5 Lebaran 2026, Kamis (26/3/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per 26 Maret 2026, sejumlah bahan pokok mengalami koreksi harga setelah sempat melonjak pada awal pekan.
Penurunan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah. Setelah sempat menyentuh Rp110.750 per kilogram pada 24 Maret 2026, kini harganya turun signifikan menjadi Rp90.400 per kilogram.
Penurunan ini menandakan mulai meredanya tekanan harga pasca momen Lebaran. Meski demikian, harga cabai rawit merah masih tergolong tinggi dibanding komoditas hortikultura lainnya.
Selain itu, cabai merah keriting juga mengalami penurunan cukup dalam. Dari sebelumnya Rp61.850 per kilogram, kini turun menjadi Rp53.450 per kilogram.
Cabai merah besar turut menunjukkan tren serupa. Harga komoditas ini turun dari Rp58.300 menjadi Rp54.550 per kilogram.
Namun, tidak semua jenis cabai mengalami penurunan. Cabai rawit hijau justru melonjak dari Rp52.550 menjadi Rp61.000 per kilogram, menunjukkan adanya pergeseran permintaan di pasar.
Di kelompok bumbu dapur, harga bawang merah ukuran sedang turun tipis dari Rp47.300 menjadi Rp46.650 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang juga terkoreksi dari Rp40.950 menjadi Rp40.500 per kilogram.
Sementara itu, harga beras relatif stabil dengan kecenderungan campuran. Beras kualitas bawah I dan II masing-masing turun ke Rp14.400 per kilogram.
Untuk beras medium, harga medium I tetap di Rp15.750 per kilogram. Sedangkan medium II justru naik dari Rp15.300 menjadi Rp15.900 per kilogram.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal
Adapun beras kualitas super menunjukkan kenaikan. Beras super I naik dari Rp16.700 menjadi Rp17.200 per kilogram, sementara super II naik dari Rp16.250 menjadi Rp16.700 per kilogram.
Komoditas protein hewani juga bergerak variatif. Harga daging sapi kualitas I naik dari Rp148.450 menjadi Rp149.550 per kilogram, dan kualitas II naik dari Rp140.700 menjadi Rp141.600 per kilogram.
Harga daging ayam ras segar justru turun tipis dari Rp44.450 menjadi Rp44.100 per kilogram. Sebaliknya, telur ayam ras segar naik dari Rp33.250 menjadi Rp33.700 per kilogram.
Di sektor gula, gula pasir premium turun dari Rp20.500 menjadi Rp20.000 per kilogram. Sementara gula pasir lokal relatif stabil di Rp18.900 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga minyak curah turun dari Rp20.050 menjadi Rp19.850 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek I tetap di Rp23.100 per kilogram, sedangkan kemasan bermerek II naik tipis dari Rp22.100 menjadi Rp22.150 per kilogram.
Berita Terkait
-
Waspada! IKAPPI Endus Tiga Fase Ledakan Harga Pangan Selama Ramadan-Lebaran
-
Harga Komoditas Cabai Mulai Turun Awal Ramadan, Tapi Cabai Rawit Merah Masih Tinggi
-
Harga Cabai Naik Jelang Ramadhan, Mendag Salahkan Hujan
-
Jelang Ramadan, Mendag Budi Santoso Pastikan Harga Ayam Ras Masih Terkendali
-
Jelang Ramadan, Harga Pangan Nasional Cabai Rawit Merah Tembus Rp75 ribu
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto
-
CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional
-
IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
-
Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju